Loading
Starmer Kirim Kapal Perang ke Arktik: Negara-negara Eropa Harus Siap Hadapi Agresi Rusia. (X/keir_starmer)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan rencana pengerahan kapal perang dan jet tempur ke wilayah Arktik pada akhir tahun ini sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik. Pengumuman itu disampaikan dalam forum Konferensi Keamanan Munich sekaligus menegaskan komitmen Inggris terhadap NATO.
Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal strategis setelah Donald Trump melontarkan ancaman terkait Greenland dengan alasan keamanan kawasan. Starmer menekankan bahwa negara-negara Eropa harus siap menghadapi agresi Rusia dan tidak boleh ragu memperkuat kemampuan militer.
Dalam pidatonya, dilansir The Independent, Starmer menegaskan bahwa Rusia telah menunjukkan ambisi agresif dan bahkan jika kesepakatan damai tercapai di Ukraina, proses persenjataan kembali negara itu diperkirakan akan semakin cepat. Ia menilai dunia memasuki era di mana kekuatan militer menjadi faktor penentu stabilitas keamanan global.
Pengerahan militer Inggris di Kutub Utara akan melibatkan kerja sama dengan Amerika Serikat, Kanada, serta sekutu NATO lainnya untuk memperkuat keamanan kawasan strategis tersebut. Trump sebelumnya menilai Eropa belum cukup berupaya melindungi Greenland dari potensi ancaman Rusia dan Tiongkok.
Starmer juga menanggapi keraguan Trump soal komitmen pertahanan aliansi NATO. Ia menegaskan Inggris siap membantu Amerika Serikat kapan pun diminta, merujuk pada prinsip Pasal 5 NATO yang menyatakan bahwa serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota. Klausul ini hanya pernah diaktifkan sekali setelah serangan 11 September 2001 di New York.
Selain isu militer, Starmer menekankan pentingnya hubungan yang lebih erat antara Inggris dan Uni Eropa, termasuk integrasi ekonomi yang lebih dalam di sejumlah sektor. Pernyataan tersebut berpotensi memicu kritik dari kelompok pendukung Brexit di dalam negeri.
Pidato Starmer berlangsung tak lama setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan negara-negara Eropa agar meningkatkan belanja pertahanan dan tidak bergantung pada Washington. Rubio menilai Amerika membutuhkan sekutu yang memiliki kemauan kuat untuk bertahan dalam menghadapi tantangan global.
Sementara itu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengkritik pendekatan Amerika Serikat dalam negosiasi damai dengan Rusia. Ia menyebut Ukraina terlalu sering diminta memberi konsesi, sementara tuntutan terhadap Rusia jarang dibahas secara setara.
Pernyataan para pemimpin tersebut menegaskan bahwa dinamika keamanan global semakin kompleks menjelang peringatan empat tahun invasi Rusia ke Ukraina, dengan Eropa, Amerika, dan sekutunya menghadapi tekanan untuk menentukan arah strategi pertahanan jangka panjang.