Trump dan Vatikan: Paus Pilih Dunia, Bukan Kunjungan ke AS


 Trump dan Vatikan: Paus Pilih Dunia, Bukan Kunjungan ke AS Trump dan Vatikan: Paus Pilih Dunia, Bukan Kunjungan ke AS. (vaticannews.va)

VATIKAN, ARAHKITA.COM - Paus Leo XIV, paus pertama kelahiran Amerika Serikat, tidak akan melakukan kunjungan ke negaranya sepanjang tahun 2026, demikian konfirmasi dari pejabat Vatikan kepada wartawan. Keputusan itu sekaligus membatalkan spekulasi tentang kemungkinan kembalinya paus ke tanah airnya di tengah antisipasi publik.

Juru bicara Takhta Suci, Matteo Bruni, menyatakan bahwa tidak ada rencana perjalanan ke Amerika Serikat dalam kalender kepausan tahun ini. Pernyataan ini muncul setelah beberapa laporan media yang menyebutkan bahwa Leo mungkin mengunjungi AS sekitar Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada September 2026. Namun, Bruni dengan tegas mengatakan bahwa kunjungan tersebut tidak ada dalam jadwal resmi Paus di 2026.

Tradisi kunjungan paus ke Amerika Serikat, dilansir The Independent,  telah berlangsung sejak beberapa generasi terakhir, dengan paus seperti Yohanes Paulus II, Benediktus XVI, dan Fransiskus pernah mengunjungi negara tersebut. Namun, Leo, yang terpilih sebagai Paus ke-267 pada Mei 2025 dan dikenal sebagai Robert Francis Prevost sebelum masa kepausannya, memilih untuk tidak melakukan lawatan tersebut tahun ini.

Keputusan ini dipandang sejalan dengan kebiasaan paus yang cenderung menghindari kunjungan ke suatu negara pada tahun pemilihan umum agar tidak menimbulkan kesan keberpihakan politik. Tahun 2026 merupakan tahun pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat, dan sejumlah pengamat melihat pengaturan kalender perjalanan ini sebagai upaya strategis Vatikan.

Meski tak akan berkunjung ke AS, Paus Leo diperkirakan akan tetap aktif di panggung global. Beberapa otoritas gereja di Afrika dan Amerika Latin telah mengindikasikan kemungkinan kunjungan ke negara-negara tersebut, termasuk rencana perjalanan ke Peru, tempat Paus Leo pernah menjalani masa karya pastoral dan yang kini menjadi bagian penting dalam agenda pastoralnya di 2026.

Langkah ini juga terjadi di tengah perhatian terhadap pernyataan Paus yang mengkritik kebijakan tertentu di AS, terutama terkait penegakan imigrasi. Meskipun kurang vokal secara langsung dibandingkan pendahulunya, Leo pernah menyampaikan pandangan tentang penanganan imigrasi dan pentingnya martabat manusia dalam beberapa kesempatan publik dan media.

Keputusan Vatikan ini menggarisbawahi upaya Leo untuk menegaskan perannya sebagai pemimpin universal yang melayani Gereja global, sekaligus menghindari persepsi politis yang dapat timbul selama tahun-tahun pemilu di negara asalnya.

 

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru