Loading
Pebisnis AS Bill Gates. ANTARA/HO-Instagram-@thisisbillgates
NEW YORK, ARAHKITA.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat kembali mengguncang publik setelah merilis jutaan halaman dokumen terkait kasus kejahatan seksual mendiang Jeffrey Epstein. Di antara tumpukan berkas tersebut, muncul draf email tertanggal 18 Juli 2013 yang ikut menyeret nama pendiri Microsoft, Bill Gates.
Kabar ini segera memicu sorotan luas. Melinda Gates, mantan istri Bill, akhirnya angkat bicara dalam wawancara bersama NPR yang dipandu jurnalis Rachel Martin. Ia menyoroti nasib para korban Epstein yang hingga kini masih berjuang memulihkan trauma.
“Tidak ada satu pun gadis yang seharusnya berada dalam situasi seperti yang mereka alami karena Epstein dan orang-orang di sekelilingnya,” kata Melinda dengan nada emosional, seperti dikutip dari Shefinds, Sabtu (7/2/2026).
Bagi Melinda, kasus ini bukan sekadar berita. Ia mengaku sulit membaca detail-detail dalam dokumen itu karena mengingatkannya pada masa kelam dalam pernikahannya. Terlebih, para korban memiliki usia yang sama dengan putri-putrinya.
Menurut Melinda, banyak pertanyaan yang masih menggantung dan seharusnya dijawab oleh pihak yang terlibat langsung, termasuk mantan suaminya.
“Pertanyaan-pertanyaan itu bukan untuk saya. Mereka, termasuk Bill, yang harus memberi penjelasan,” tegasnya dilansir Antara.
Di sisi lain, Bill Gates juga memberikan respons melalui wawancara dengan 9News Australia. Ia menyebut draf email yang ditemukan dalam dokumen Epstein tidak pernah dikirim dan hanya merupakan catatan pribadi Epstein.
“Saya tidak tahu apa yang ada di pikirannya saat itu. Yang jelas, setiap menit yang saya habiskan bersamanya adalah penyesalan besar,” ujar Bill, dikutip dari The Pulse of New Hampshire.
Pihak Bill Gates melalui juru bicaranya bahkan menyebut klaim dalam dokumen tersebut tidak masuk akal. Menurut mereka, justru berkas itu menunjukkan kekecewaan Epstein karena gagal membangun hubungan berkelanjutan dengan Gates.
“Dokumen ini hanya memperlihatkan bagaimana Epstein berusaha menjebak dan mencemarkan nama baik Gates,” demikian pernyataan resmi yang dilansir NPR Illinois.
Rilis dokumen ini kembali membuka luka lama dan memicu debat publik tentang sejauh mana relasi para tokoh berpengaruh dengan Epstein. Bagi para korban, perjuangan mencari keadilan tampaknya masih panjang.