Senin, 09 Februari 2026

Trump Lempar Tanggung Jawab ke Ajudan Usai Unggah Video Rasis tentang Obama


 Trump Lempar Tanggung Jawab ke Ajudan Usai Unggah Video Rasis tentang Obama Foto ilustrasi: Whitehouse.gov

WASHINGTON, ARAHKITA.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menuai kontroversi setelah mengunggah video bernuansa rasis yang menggambarkan Barack dan Michelle Obama sebagai kera. Meski unggahan tersebut telah dihapus, Trump menolak meminta maaf, mengalihkan kesalahan kepada staf Gedung Putih.

Video singkat itu sempat muncul di akun Truth Social milik Trump. Cuplikan tersebut merupakan bagian dari video konspiratif soal pemilu 2020 dan menampilkan wajah Barack Obama yang ditumpangkan pada tubuh kera kartun yang menari diiringi lagu The Lion Sleeps Tonight, sebuah penggambaran yang menuai kecaman luas karena stereotip rasis.

Berbicara kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One, Trump mengakui bahwa dirinya menyetujui unggahan video tersebut. Namun, ia mengklaim hanya melihat bagian awal video yang, menurutnya, membahas dugaan kecurangan pemilu, sebelum menyerahkannya kepada staf untuk dipublikasikan.

“Saya melihat bagian awalnya. Itu tentang kecurangan pemilu dan mesin-mesin yang curang,” kata Trump. “Kemudian saya menyerahkannya kepada orang-orang. Biasanya mereka akan menonton keseluruhan, tetapi sepertinya seseorang tidak melakukannya dan langsung mempostingnya. Lalu kami menghapusnya," ujarnya seperti dilansir The Guardian.

Trump menegaskan bahwa ia tidak akan memecat staf yang bertanggung jawab dan menolak meminta maaf, dengan alasan dirinya tidak melakukan kesalahan.

Pernyataan tersebut memicu spekulasi baru di lingkungan internal Trump mengenai siapa sebenarnya yang mengunggah video itu. Sumber yang mengetahui situasi tersebut menyebut hanya dua ajudan yang memiliki akses ke akun media sosial Trump, yakni Dan Scavino dan Natalie Harp.

Scavino dengan cepat dikesampingkan oleh para penasihat Trump karena kesibukannya menjalankan kantor personalia kepresidenan. Perhatian kemudian tertuju pada Natalie Harp, ajudan setia Trump yang selama ini dikenal memiliki peran besar dalam komunikasi dan distribusi konten kepada presiden.

Gedung Putih sempat membela unggahan tersebut sebelum akhirnya menarik pernyataan dan menyebut video itu diunggah secara keliru oleh staf. Klaim serupa juga disampaikan Trump dalam percakapan telepon dengan sejumlah anggota parlemen Partai Republik.

Dalam panggilan dengan Senator Tim Scott, satu-satunya senator Republik berkulit hitam yang secara terbuka mengecam video tersebut sebagai rasis, Trump mengatakan unggahan itu merupakan kesalahan staf dan berjanji menghapusnya, menurut laporan CBS News.

Penghapusan video ini tergolong langkah langka bagi Trump, yang selama ini dikenal cenderung mempertahankan pernyataan atau unggahan provokatifnya. Sebelumnya, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menolak kritik publik dan menyebut video tersebut sebagai meme internet yang menggambarkan Trump sebagai “raja hutan”.

Natalie Harp, 35 tahun, merupakan salah satu ajudan terdekat Trump sejak kampanye pemilihan kembali 2024. Ia dijuluki “printer manusia” karena kerap mendampingi Trump sambil membawa printer portabel untuk mencetak unggahan media sosial dan artikel berita yang ingin ditunjukkan langsung kepada presiden.

Meski dikenal sangat loyal, Harp juga kerap menuai kritik internal karena dinilai memiliki penilaian yang buruk dan sering bertindak di luar jalur komando resmi. Namun, Trump secara konsisten membela Harp dan justru memberinya peran lebih besar di Gedung Putih.

Para penasihat Trump menilai kecil kemungkinan akan ada konsekuensi serius bagi siapa pun atas insiden video tersebut, meskipun kontroversi ini kembali menambah daftar panjang polemik seputar gaya komunikasi presiden di media sosial.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru