Kamis, 05 Februari 2026

Iran Isyaratkan Kemajuan Dialog dengan AS di Tengah Ketegangan Kawasan


 Iran Isyaratkan Kemajuan Dialog dengan AS di Tengah Ketegangan Kawasan Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py/am.

TEHERAN, ARAHKITA.COM – Pejabat tinggi keamanan Iran mengisyaratkan adanya perkembangan positif dalam upaya meredakan ketegangan dengan Amerika Serikat (AS), setelah hubungan kedua negara memanas selama beberapa hari terakhir.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menyatakan bahwa sebuah kerangka perundingan dengan Washington mulai terbentuk dan terus menunjukkan kemajuan. Hal itu ia sampaikan melalui unggahan di media sosial pada Sabtu (31/1/22026).

“Sebuah kerangka terstruktur untuk dialog sedang terbentuk dan bergerak maju,” tulis Larijani,seperti yang dikutip dari Antara.

Ia juga menepis spekulasi eskalasi konflik dengan menyebut adanya “hiruk-pikuk buatan dari narasi perang media”.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya aktivitas diplomatik regional. Sejumlah negara, terutama Turki, disebut berperan aktif dalam memediasi dua rival lama tersebut guna menurunkan eskalasi dan mendorong jalur dialog.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya melakukan kunjungan ke Istanbul pada Jumat (30/1) dan menggelar pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan serta Menteri Luar Negeri Hakan Fidan. Dalam pertemuan itu, isu stabilitas kawasan dan hubungan Iran–AS menjadi salah satu agenda pembahasan utama.

“Iran selalu terbuka untuk perundingan selama dilakukan atas dasar saling menghormati,” ujar Araghchi usai pertemuan tersebut.

Selain ke Turki, Larijani juga dilaporkan melakukan kunjungan singkat ke Moskow dan mengadakan pertemuan tertutup dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Meski isi pertemuan tidak dipublikasikan, Kremlin telah mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut memang berlangsung.

Ketegangan antara Teheran dan Washington meningkat sejak gelombang protes melanda Iran bulan lalu. Situasi semakin panas setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan “datang menyelamatkan” para pengunjuk rasa.

Awal pekan ini, Trump juga mengumumkan bahwa armada militer AS dalam skala besar sedang bergerak menuju kawasan sekitar Iran. Ia memperingatkan Teheran agar segera membuka perundingan dan menghentikan ambisi nuklirnya.

Di sisi lain, Iran menegaskan tetap siaga menghadapi berbagai kemungkinan. Para komandan militer Iran menyatakan pasukan berada dalam status siaga maksimum dan siap memberikan respons tegas terhadap setiap ancaman militer, baik dari AS maupun Israel.

Meski begitu, sinyal diplomasi yang disampaikan pejabat Iran dinilai sebagai upaya menyeimbangkan ketegangan militer dengan jalur politik, demi mencegah konflik terbuka yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru