Kamis, 29 Januari 2026

Penyidik Jerman Gerebek Kantor Deutsche Bank terkait Dugaan Pencucian Uang


 Penyidik Jerman Gerebek Kantor Deutsche Bank terkait Dugaan Pencucian Uang Foto ilustrasi: Freepik

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Penyidik Jerman menggerebek kantor Deutsche Bank sebagai bagian dari penyelidikan dugaan pencucian uang. Penggeledahan dilakukan pada Rabu di kantor pusat Deutsche Bank di Frankfurt serta sejumlah lokasi lain di Berlin.

Kantor kejaksaan Frankfurt menyatakan penyelidikan tersebut menargetkan karyawan yang belum diidentifikasi serta hubungan bisnis sebelumnya dengan sejumlah entitas asing. Hubungan tersebut diduga dimanfaatkan untuk melakukan transaksi keuangan ilegal, meski jaksa belum mengungkap rincian mengenai jenis maupun skala transaksi yang tengah diselidiki.

Deutsche Bank dilansir The Independent, mengonfirmasi kehadiran penyidik di kantor mereka. Dalam pernyataan resminya, manajemen bank menyebut tengah bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas penegak hukum. Pihak bank menyatakan tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut terkait proses hukum yang sedang berjalan.

Penggeledahan ini berlangsung sehari sebelum Deutsche Bank dijadwalkan merilis laporan pendapatan tahun 2025, sehingga memicu perhatian pelaku pasar dan pengamat sektor keuangan.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan regulasi yang pernah dihadapi Deutsche Bank. Dalam beberapa tahun terakhir, bank terbesar di Jerman itu telah berulang kali dijatuhi denda oleh regulator internasional terkait pelanggaran di sektor keuangan.

Pada 2018, Deutsche Bank didenda oleh regulator New York atas kasus manipulasi pasar valuta asing. Setahun sebelumnya, Federal Reserve menjatuhkan sanksi karena bank tersebut dinilai gagal menjaga sistem pengendalian pencucian uang secara memadai. Regulator di Amerika Serikat dan Inggris juga pernah mengenakan denda besar terkait kelalaian yang memungkinkan aliran dana ilegal bernilai miliaran dolar melalui jaringan perbankan internasional.

Secara umum, pencucian uang merujuk pada upaya menyamarkan asal-usul dana yang diperoleh secara ilegal agar terlihat berasal dari sumber yang sah. Praktik ini menjadi perhatian serius otoritas global karena berpotensi mendukung kejahatan terorganisasi dan merusak integritas sistem keuangan.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru