Kamis, 29 Januari 2026

Rusia, AS, dan Ukraina Dijadwalkan Bertemu di Abu Dhabi, Bahas Keamanan Secara Tertutup


 Rusia, AS, dan Ukraina Dijadwalkan Bertemu di Abu Dhabi, Bahas Keamanan Secara Tertutup Arsip - Asap membubung ke langit di Kiev, Ukraina (27/2/2022). (ANTARA/Xinhua/Lu Jinbo/aa.)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Upaya meredakan ketegangan geopolitik kembali bergulir. Rusia, Amerika Serikat, dan Ukraina dijadwalkan menggelar pertemuan keamanan trilateral pada 1 Februari 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Kepastian agenda tersebut disampaikan juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada Rabu (28/1/2026). Ia menyebut tanggal pertemuan masih bersifat sementara, namun sejauh ini Abu Dhabi kembali dipilih sebagai lokasi perundingan lanjutan.

Menurut Peskov, pembahasan rinci terkait jalan keluar konflik sengaja tidak diumbar ke ruang publik. Kremlin menilai keterbukaan berlebihan justru berpotensi mengganggu proses negosiasi yang tengah berlangsung.

“Tidak ada pembahasan mengenai daftar dokumen. Semua ini harus dilakukan secara tertutup, di balik pintu yang rapat—dan itulah yang sedang berjalan,” ujarnya kepada wartawan.

Ia juga menegaskan, delegasi Rusia dalam pertemuan tersebut selalu bekerja berdasarkan arahan langsung Presiden Vladimir Putin dikutip Antara.

Di sisi lain, dinamika konflik tetap bergerak cepat. Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy secara terbuka meminta negara-negara Eropa menyerahkan cadangan rudal pertahanan udara kepada Kyiv.

Dalam pesan video yang diunggah di akun Telegram resminya pada 11 Januari 2026, Zelenskyy menekankan bahwa rudal pertahanan udara merupakan kebutuhan paling mendesak bagi Ukraina saat ini. Ia juga menyebut persenjataan tersebut tersedia di gudang-gudang Eropa dan dapat segera dikirim.

Sementara itu, Moskow berulang kali menegaskan bahwa aliran senjata dari Barat ke Ukraina justru memperpanjang konflik. Rusia menilai langkah tersebut membuat negara-negara NATO semakin terseret sebagai pihak yang terlibat langsung dalam krisis keamanan kawasan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru