Selasa, 27 Januari 2026

Survei Ungkap Keresahan Warga Eropa: Lebih dari 70 Persen Nilai Demokrasi Mundur


 Survei Ungkap Keresahan Warga Eropa: Lebih dari 70 Persen Nilai Demokrasi Mundur Ilustrasi - Lebih dari 70 persen warga Uni Eropa menilai demokrasi di negara mereka mengalami kemunduran. (Tangkapan Layar ChatGPT AI)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Rasa pesimistis tengah menyelimuti warga Eropa. Sebuah survei terbaru menunjukkan, lebih dari 70 persen masyarakat di kawasan Uni Eropa menilai kondisi demokrasi di negara mereka tidak lagi bergerak ke arah yang lebih baik—bahkan cenderung mengalami kemunduran.

Laporan yang dikutip Politico itu merujuk hasil survei perusahaan konsultan FGS Global Radar. Dalam temuan tersebut, 76 persen responden menilai demokrasi di negaranya sedang menurun. Lebih jauh lagi, 63 persen merasa “masa terbaik” negara mereka telah berlalu.

Kekhawatiran itu tak berhenti di situ. Sebanyak 77 persen warga Eropa percaya kehidupan generasi mendatang akan jauh lebih sulit dibandingkan saat ini. Hampir di seluruh negara yang disurvei—kecuali Polandia, Lituania, dan Denmark—mayoritas responden menilai arah kebijakan nasional bergerak ke jalur yang keliru.

Survei juga memotret krisis kepercayaan pada sistem politik. Setidaknya separuh responden berpendapat sistem yang ada gagal memenuhi harapan publik dan membutuhkan perubahan mendasar. Di sisi lain, muncul kecenderungan sikap yang lebih proteksionis: 71 persen responden ingin negara mereka bersikap lebih tegas dalam memperjuangkan kepentingan nasional, meski berisiko memicu gesekan dengan negara lain.

Soal keamanan, mayoritas warga tampak realistis. Sebanyak 57 persen mendukung peningkatan belanja pertahanan dan keamanan—sebuah sinyal bahwa isu stabilitas regional kian menjadi perhatian serius.

Bagi para pemimpin Eropa, temuan ini menjadi alarm keras. Politico menilai hasil survei tersebut mencerminkan rendahnya kepercayaan publik terhadap pemerintah sekaligus meningkatnya skeptisisme atas kemampuan negara menjalankan fungsi dasarnya secara efektif.

“Terlihat jelas tingkat pesimisme yang sangat tinggi,” ujar Craig Oliver, Kepala Strategi Global FGS Global Radar dikutip Antara.

Survei dilakukan secara daring pada 10–23 November 2025 terhadap 11.700 responden dewasa di 23 negara Uni Eropa, dengan jumlah minimal 500 responden per negara. Margin of error survei ini tercatat sebesar 4,4 poin persentase.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru