Loading
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni berbicara pada konferensi pers di Roma, Italia, 9 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Alberto Lingria
ROMA, ARAHKITA.COM — Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal minimnya peran pasukan NATO non-AS di Afghanistan memantik reaksi keras dari sekutu Eropa. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dan Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store kompak menilai pernyataan tersebut tidak menghargai pengorbanan negara-negara sekutu.
Trump sebelumnya mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak pernah membutuhkan pasukan non-AS dalam perang Afghanistan. Ia menyebut tentara dari negara lain hanya berada jauh di belakang garis depan. Ucapan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox Business pada Kamis (22/1/2026).
Bagi Italia dan Norwegia, pernyataan itu bukan sekadar keliru, tetapi juga melukai solidaritas aliansi. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Sabtu (24/1/2026), Meloni mengingatkan bahwa pasca-serangan teror 11 September 2001, NATO untuk pertama dan satu-satunya kalinya mengaktifkan Pasal 5 sebagai bentuk dukungan penuh kepada Amerika Serikat.
Italia, kata Meloni, langsung merespons dengan mengerahkan ribuan personel militer ke Afghanistan. Bahkan, Italia memegang tanggung jawab besar dengan memimpin Komando Regional Barat—salah satu wilayah operasional terpenting dalam misi internasional tersebut.
“Kontribusi kami bukan simbolis. Italia membayar harga yang nyata,” tegas Meloni. Selama hampir dua dekade keterlibatan, 53 tentara Italia gugur dan lebih dari 700 lainnya terluka dalam operasi tempur, misi keamanan, hingga pelatihan pasukan Afghanistan dilansir Antara.
Nada serupa datang dari Oslo. PM Norwegia Jonas Gahr Store menyebut pernyataan Trump sebagai sesuatu yang “tidak menghargai.” Dalam unggahan di Facebook, Store menekankan bahwa para prajurit yang bertugas—serta keluarga yang ditinggalkan—layak mendapatkan pengakuan yang jujur dan penuh hormat.
“Veteran dan keluarga mereka berhak marah. Pengorbanan mereka nyata, dan tidak bisa dihapus dengan satu kalimat,” tulis Store.
Pernyataan keras dari Italia dan Norwegia ini menegaskan kembali bahwa perang Afghanistan bukan hanya cerita Amerika Serikat. Bagi negara-negara NATO, misi tersebut adalah wujud solidaritas kolektif—dengan harga kemanusiaan yang tidak kecil.