Senin, 26 Januari 2026

AS Geser Sejumlah Pesawat Militer dari Jerman ke Timur Tengah, Ketegangan Kawasan Meningkat


 AS Geser Sejumlah Pesawat Militer dari Jerman ke Timur Tengah, Ketegangan Kawasan Meningkat Ilustrasi - Pesawat tempur F-35A Angkatan Udara AS dan F-35B Korps Marinir AS terparkir di landasan pacu bekas pangkalan angkatan laut Roosevelt Roads, Ceiba, Puerto Rico, Kamis (25/12/2025). ANTARA FOTO/Reuters/Eva Marie Uzcategui/bar

MOSKOW, ARAHKITA.COM  – Amerika Serikat dilaporkan memindahkan sedikitnya tiga pesawat militer Angkatan Udara AS dari Jerman ke sejumlah negara di Timur Tengah dalam dua hari terakhir. Informasi ini terpantau melalui data layanan pelacak penerbangan Flightradar24, yang menunjukkan peningkatan aktivitas militer AS di kawasan tersebut.

Menurut data yang dilansir Sputnik, sebuah pesawat tanker Boeing KC-135R Stratotanker terdeteksi mendarat di Qatar pada Minggu sekitar pukul 18.23 GMT. Pesawat itu diduga kuat lepas landas dari Pangkalan Udara Ramstein, Jerman, salah satu basis militer utama AS di Eropa.

Selain itu, pada Sabtu malam waktu GMT, pesawat angkut militer Boeing C-17A Globemaster III tercatat mendarat di Kuwait setelah berangkat dari wilayah Trier, Jerman. Sementara satu unit C-17A lainnya yang berangkat dari Pangkalan Udara Spangdahlem dilaporkan menghilang dari radar saat melintas di wilayah selatan Kuwait.

“Pergerakan pesawat tanker dan angkut berat menunjukkan adanya persiapan logistik skala besar, yang biasanya berkaitan dengan peningkatan kesiapan militer,” kata pengamat pertahanan internasional Sergey Balmasov, dikutip dari media Rusia, seperti yang dikutip dari Antara.

Tak hanya itu, Flightradar24 juga mencatat pengerahan pesawat Lockheed Martin C-130J Hercules dari Bahrain menuju wilayah tengah Kuwait. Pada 25 Januari dini hari waktu GMT, satu lagi pesawat tanker KC-135R AS dilaporkan mendarat di Qatar, menambah daftar aktivitas militer AS di kawasan Teluk.

Langkah ini terjadi di tengah meningkatnya tensi geopolitik. Pada 22 Januari lalu, Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa kapal-kapal Angkatan Laut AS tengah bergerak mendekati Iran sebagai langkah antisipasi.

“Saya tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi ke depan,” ujar Trump saat ditanya mengenai kemungkinan opsi militer terhadap Iran.

Sebelumnya, Wall Street Journal melaporkan bahwa AS juga telah mengerahkan jet tempur F-15E, kapal induk USS Abraham Lincoln, serta berencana menempatkan sistem pertahanan udara tambahan seperti Patriot dan THAAD di kawasan Timur Tengah.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru