Loading
Ilustrasi Korea Selatan. /ANTARA/Anadolu/py.
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Pemerintah Korea Selatan kembali mendorong pendekatan diplomatik baru untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea. Dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, Perdana Menteri Kim Min-seok mengusulkan agar Washington mengirim utusan khusus ke Korea Utara.Pertemuan tersebut berlangsung di Washington, Jumat (23/1/2026), dan menjadi kunjungan luar negeri pertama Kim sejak menjabat sebagai perdana menteri. Menurut
Kim, langkah pengiriman utusan khusus bisa menjadi sinyal politik yang kuat untuk membuka kembali jalur dialog dengan Pyongyang.
“Saya menyampaikan kepada Vance bahwa pada kenyataannya hanya Donald Trump yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk memperbaiki hubungan dengan Korea Utara,” ujar Kim, dikutip dari Yonhap.
Baca juga:
Mantan PM Korsel Han Duck-soo Divonis 23 Tahun Bui, Kasus Darurat Militer Yoon Jadi SorotanKim menambahkan, siapa pun sosok yang ditunjuk sebagai utusan khusus dapat menjadi representasi niat serius Amerika Serikat untuk memperbaiki hubungan bilateral dengan Korea Utara. Ia juga mengaku telah memiliki pandangan mengenai kandidat yang dinilai paling tepat untuk menjalankan peran sensitif tersebut.
Isu Coupang Ikut Dibahas
Selain isu geopolitik, Kim dan Vance turut menyinggung persoalan ekonomi yang tengah menjadi perhatian kedua negara, yakni penyelidikan pemerintah Korea Selatan terhadap perusahaan e-commerce Coupang, yang terdaftar di bursa Amerika Serikat.
Penyelidikan tersebut terkait dugaan kebocoran data pelanggan. Otoritas Seoul sebelumnya menyebut potensi kebocoran dapat mencakup data pribadi sekitar 33,7 juta pengguna. Namun, pihak Coupang membantah angka tersebut dan menyatakan hanya sekitar 3.000 akun pelanggan yang terdampak.
“Vance meminta agar Seoul dan Washington menangani isu ini dengan hati-hati agar tidak memicu kesalahpahaman dan ketegangan antarpemerintah,” kata Kim. Ia juga berjanji akan segera meluruskan setiap informasi yang dianggap tidak akurat.
Pada Kamis (22/1/2026), dua investor asal Amerika Serikat menyampaikan niat mereka kepada pemerintah Seoul untuk mengajukan klaim arbitrase. Mereka menuding adanya perlakuan diskriminatif terhadap Coupang dan bahkan meminta Washington membuka penyelidikan resmi dikutip Antara.
Menanggapi hal tersebut, Kim menegaskan bahwa Korea Selatan tidak melakukan diskriminasi terhadap perusahaan asal Amerika Serikat yang beroperasi di negaranya.
Profil Singkat Coupang
Coupang dikenal sebagai raksasa e-commerce Korea Selatan dan kerap dijuluki “Amazon-nya Korea”. Perusahaan ini didirikan pada 2010 oleh Bom Kim dan terinkorporasi di Delaware, AS, dengan kantor pusat di Seattle, Washington.
Selain layanan belanja online, Coupang mengembangkan ekosistem digital yang luas, mulai dari pengantaran cepat Rocket Delivery, layanan pesan-antar makanan Coupang Eats, platform streaming Coupang Play, hingga akuisisi platform fashion mewah Farfetch. Pada Maret 2021, Coupang resmi melantai di New York Stock Exchange (NYSE).