EU Perketat Keamanan: Vendor China Tak Lagi Boleh Masuk Infrastruktur Strategis


 EU Perketat Keamanan: Vendor China Tak Lagi Boleh Masuk Infrastruktur Strategis Bendera Uni Eropa. AntaranewsWikimedia Commons

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Uni Eropa tengah menyiapkan langkah besar yang dapat mengubah peta persaingan teknologi global. Blok tersebut dikabarkan bersiap menghapus secara bertahap penggunaan peralatan buatan China dari infrastruktur penting di kawasan Eropa.

Laporan yang dikutip Financial Times menyebut, rencana ini akan menyasar penggunaan perangkat dari perusahaan China—termasuk Huawei dan ZTE—yang selama ini banyak digunakan di berbagai sektor strategis.

Jika proposal ini disahkan, larangan tidak hanya berlaku untuk jaringan telekomunikasi, tetapi juga merambah area lain seperti energi surya serta perangkat yang digunakan untuk pengujian sistem keamanan.

Yang menarik, aturan baru ini digadang-gadang akan mengubah kebijakan lama yang sebelumnya bersifat “anjuran”. Dalam proposal yang diperkirakan akan diajukan pada 20 Januari, ketentuan penolakan terhadap peralatan dari vendor berisiko tinggi akan dibuat wajib untuk seluruh negara anggota Uni Eropa.

Tenggat penerapan larangan kemungkinan akan berbeda-beda, tergantung pada tingkat risiko dari perusahaan yang dinilai serta sektor mana yang paling rentan. Artinya, beberapa negara atau industri bisa saja diminta bergerak lebih cepat dibanding yang lain dikutip Antara.

Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran baru. Sejumlah perwakilan industri mengaku belum melihat adanya alternatif yang benar-benar siap dan dapat diandalkan sebagai pengganti produk asal China—terutama untuk kebutuhan skala besar dan infrastruktur yang sudah terlanjur memakai sistem tertentu selama bertahun-tahun.

Langkah Uni Eropa ini dinilai sebagai bagian dari agenda yang lebih luas: mengurangi ketergantungan pada pemasok luar negeri, baik dari China maupun Amerika Serikat, sekaligus memperkuat kontrol keamanan atas infrastruktur strategis di tengah situasi geopolitik yang makin sensitif.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru