Klaim Greenland Memanas, PBB Ingatkan AS soal Kedaulatan Negara


 Klaim Greenland Memanas, PBB Ingatkan AS soal Kedaulatan Negara Arsip foto - Gedung PBB di New York, Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu Agency/pri.

WASHINGTON, ARAHKITA.COM — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan Amerika Serikat untuk tetap berpegang pada Piagam PBB di tengah menguatnya wacana Washington soal Greenland. Seruan ini muncul setelah adanya pernyataan terkait rencana “mengambil alih” wilayah tersebut, disertai ancaman penerapan tarif bagi negara-negara yang menolak klaim itu.

Wakil Juru Bicara PBB, Farhan Haq, menegaskan bahwa PBB memiliki posisi yang jelas soal penghormatan terhadap kedaulatan negara anggota. Ia mengingatkan bahwa Piagam PBB menegaskan pentingnya menghormati integritas teritorial serta hak suatu wilayah untuk menentukan nasibnya sendiri.

“Posisi kami mencakup penghormatan terhadap Piagam PBB, yang menegaskan kedaulatan dan integritas teritorial negara-negara anggota,” ujar Haq kepada wartawan, Jumat (16/1/2026).

Pernyataan tersebut merespons sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali mengangkat isu Greenland. Trump bahkan disebut mempertimbangkan langkah ekonomi berupa tarif terhadap negara-negara yang tidak menerima klaim AS atas pulau besar di kawasan Arktik itu.

Selama ini, Trump berulang kali menyatakan bahwa Greenland “seharusnya” menjadi bagian dari Amerika Serikat. Alasannya, wilayah tersebut dinilai punya nilai strategis tinggi bagi keamanan nasional AS dan pertahanan “dunia bebas”, terutama dalam menghadapi dinamika geopolitik yang melibatkan negara-negara besar seperti China dan Rusia dikutip Antara.

Namun, wacana itu mendapat penolakan. Otoritas Denmark dan Greenland secara tegas memperingatkan Amerika Serikat agar tidak mencoba merebut pulau tersebut, sekaligus menekankan bahwa kedaulatan dan status wilayah Greenland bukan sesuatu yang bisa diputuskan sepihak.

Pemerintah Denmark dan Greenland juga menyatakan harapan agar seluruh pihak menghormati integritas teritorial dan kerja sama yang selama ini terjalin, tanpa memunculkan tekanan politik maupun ekonomi yang dapat memperkeruh situasi.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru