Selasa, 27 Januari 2026

Memanas! Iran Desak PBB Kecam AS terkait Hasutan Kekerasan dan Ancaman Kedaulatan


 Memanas! Iran Desak PBB Kecam AS terkait Hasutan Kekerasan dan Ancaman Kedaulatan Ilustrasi - Aksi unjuk rasa di Iran. ANTARA/Anadolu/as.

PBB, ARAHKITA.COM  – Ketegangan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas di awal tahun 2026. Melalui Duta Besarnya untuk PBB, Amir Saeid Iravani, Iran mendesak Sekretaris Jenderal dan Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil sikap tegas terhadap tindakan Washington yang dinilai provokatif.

​Dalam surat resmi yang dilayangkan Selasa (13/1/2026), Iravani menuding Presiden AS Donald Trump telah secara terbuka menghasut kekerasan di wilayah Iran. Tudingan ini merujuk pada serangkaian unggahan Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social.

​"Pernyataan sembrono ini adalah dorongan nyata untuk destabilisasi politik. Ini bukan hanya hasutan kekerasan, tapi juga ancaman langsung terhadap kedaulatan dan keamanan nasional kami," tegas Iravani dalam suratnya yang ditujukan kepada Sekjen PBB Antonio Guterres dikutip Antara.

​Situasi Semakin Genting

Suasana kian mencekam setelah kedutaan virtual AS di Iran mengeluarkan imbauan mendesak pada hari yang sama. Mereka meminta seluruh warga negara Amerika Serikat untuk segera meninggalkan Iran demi keselamatan mereka.

​Menanggapi hal tersebut, pihak Teheran menilai langkah AS sudah melampaui batas campur tangan urusan internal sebuah negara. Iran meminta Dewan Keamanan PBB memenuhi tanggung jawabnya sesuai Piagam PBB untuk mengutuk segala bentuk ancaman penggunaan kekuatan militer.​

Tak hanya kepada PBB, Iran juga menyerukan kepada seluruh negara anggota untuk tetap objektif. Mereka berharap dunia internasional menahan diri dari pernyataan provokatif yang dapat mencederai prinsip kemerdekaan politik dan integritas wilayah Iran.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru