Selasa, 13 Januari 2026

​​Sindir Trump Lewat Gambar Firaun, Ayatollah Khamenei: Nasib Tiran Selalu Berujung Tumbang!


 ​​Sindir Trump Lewat Gambar Firaun, Ayatollah Khamenei: Nasib Tiran Selalu Berujung Tumbang! Gambar yang diunggah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di platform X pada 12 Januari 2026 menggambarkan Presiden AS Donald Trump sebagai firaun kuno. ANTARA/X/@Khamenei_fa.

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas, kali ini lewat sebuah sindiran tajam di ruang digital. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mencuri perhatian dunia setelah mengunggah gambar provokatif di platform X (dahulu Twitter) yang menyasar Presiden AS, Donald Trump. ​

Dalam unggahan tersebut, Khamenei memajang visual sebuah sarkofagus kuno bergaya Firaun yang tampak runtuh. Menariknya, wajah pada sarkofagus tersebut dibuat sangat mirip dengan Trump, lengkap dengan tulisan singkat namun menohok: "Seperti Firaun."

​Belajar dari Kehancuran Para Tiran

Melalui pesan dalam bahasa Persia, Khamenei memberikan pengingat keras tentang hukum sejarah. Ia menyebutkan bahwa para penguasa arogan yang mencoba mendominasi dunia—seperti Firaun, Nimrod, hingga rezim Reza Khan dan Mohammad Reza di Iran masa lalu—pasti akan jatuh tepat saat mereka merasa berada di puncak kekuatan.

​"Yang satu ini juga akan dijatuhkan," tegas Khamenei, merujuk langsung pada nasib Trump di masa depan.

​Serangan verbal ini diduga merupakan balasan atas ancaman-ancaman yang dilontarkan Trump sebelumnya terhadap kepemimpinan Iran, terutama saat negara tersebut tengah diguncang gejolak internal.

​Dilema Internal: Ekonomi Lesu dan Demonstrasi Berdarah

​Di saat genderang perang kata-kata dengan Washington bertalu kencang, Iran sendiri sebenarnya tengah berjuang menghadapi badai dari dalam negeri. Sejak akhir Desember, gelombang demonstrasi pecah di Teheran yang dipicu oleh anjloknya nilai tukar rial dan kondisi ekonomi yang kian menghimpit rakyat.

​Protes yang bermula dari keresahan ekonomi ini dengan cepat meluas ke ratusan kota di seluruh penjuru Iran. Namun, gerakan ini harus dibayar dengan harga yang sangat mahal.

​Data Korban yang Mengkhawatirkan

Meskipun pemerintah belum merilis angka resmi, lembaga kemanusiaan Human Rights Activists News Agency (HRANA) memberikan estimasi yang mengejutkan:

  • ​544 orang tewas, mencakup warga sipil dan aparat keamanan.
  • 1.000+ orang terluka dalam berbagai bentrokan.
  • ​10.681 demonstran ditahan di 585 lokasi yang tersebar di 31 provinsi.

​Bentrokan fisik juga memakan korban besar di sisi keamanan. Berdasarkan laporan Al Jazeera yang mengutip Kantor Berita Tasnim, sedikitnya 109 anggota aparat keamanan Iran tewas dalam kerusuhan beberapa hari terakhir.

​Di tengah ketidakpastian domestik dan tekanan ekonomi ini, perseteruan antara Teheran dan Washington justru kian menunjukkan bahwa panggung politik Timur Tengah masih jauh dari kata tenang.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru