Setelah Venezuela, Kolombia Berpotensi Jadi Sasaran Tekanan Trump Selanjutnya


 Setelah Venezuela, Kolombia Berpotensi Jadi Sasaran Tekanan Trump Selanjutnya Arsip foto - Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan di pesawat Air Force One (27/10/2025). ANTARA FOTO/REUTERS/Evelyn Hockstein/agr.

WASHINGTON, ARAHKITA.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait Amerika Latin. Setelah mengklaim telah melancarkan operasi militer di Venezuela, Trump kini menyebut Kolombia sebagai negara lain yang berpotensi menjadi target berikutnya.

Dalam pernyataannya kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One, Minggu (4/1/2025), Trump mengatakan dirinya tidak menutup kemungkinan Amerika Serikat melakukan operasi militer ke Kolombia. Alasannya, produksi dan peredaran kokain yang menurutnya masih masif dan berdampak langsung ke AS.

Trump secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap Presiden Kolombia Gustavo Petro. Ia menuding pemerintah Kolombia gagal memberantas industri narkotika. Dalam pernyataan bernada tajam, Trump menyebut Kolombia dipimpin oleh sosok yang “sakit” dan menuduh adanya keberlangsungan pabrik kokain yang menyuplai narkoba ke Amerika Serikat.

“Kolombia juga sangat sakit. Mereka membuat dan menjual kokain ke Amerika Serikat. Ini tidak akan berlangsung lama,” ujar Trump, seraya menambahkan bahwa gagasan operasi militer di negara tersebut “terdengar sangat bagus,"dilansir Antara.

Pernyataan ini muncul hanya sehari setelah Trump mengumumkan bahwa pasukan AS telah melakukan operasi militer berskala besar di Venezuela. Dalam operasi tersebut, AS mengklaim berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores.

Trump juga menyatakan Amerika Serikat akan mengambil alih pengelolaan Venezuela untuk sementara waktu, hingga proses transisi pemerintahan dianggap aman. Ia menyebut langkah itu diperlukan guna memulihkan stabilitas serta memperbaiki infrastruktur minyak Venezuela yang dinilainya mengalami kerusakan parah.

Serangkaian pernyataan ini kembali menegaskan pendekatan keras Trump terhadap isu narkoba dan stabilitas kawasan. Namun, wacana intervensi militer di Kolombia diperkirakan akan memicu reaksi keras dari komunitas internasional, mengingat sensitivitas kedaulatan negara dan sejarah panjang konflik di kawasan Amerika Latin.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru