Iran Kecam Pernyataan AS soal Intervensi, Tegaskan Tak Akan Biarkan Campur Tangan Asing


 Iran Kecam Pernyataan AS soal Intervensi, Tegaskan Tak Akan Biarkan Campur Tangan Asing Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py/am

TEHERAN, ARAHKITA.COM – Pemerintah Iran melontarkan kecaman keras terhadap pernyataan sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS), termasuk Presiden Donald Trump, yang dinilai berniat mencampuri urusan dalam negeri Iran di tengah gelombang unjuk rasa besar di negara tersebut.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran menilai sikap para pejabat AS sebagai tindakan tidak bertanggung jawab dan bentuk lanjutan dari tekanan serta perundungan terhadap bangsa Iran.

“Pernyataan-pernyataan ini merupakan kelanjutan dari tindakan ilegal dan intimidatif Amerika Serikat terhadap rakyat Iran,” tegas Kemlu Iran dalam pernyataan resminya.

Kemlu Iran menilai pernyataan AS tidak hanya melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan prinsip hukum internasional terkait kedaulatan negara, tetapi juga dianggap sebagai hasutan terhadap kekerasan dan terorisme.

Pemerintah Iran juga menolak klaim AS yang menyatakan “peduli” atau “menyayangi” rakyat Iran. Klaim tersebut dinilai munafik dan bertujuan menyesatkan opini publik global.

“Narasi kepedulian terhadap bangsa Iran hanyalah upaya untuk menutupi kejahatan dan kebijakan bermusuhan yang selama ini dilakukan Amerika Serikat terhadap negara kami,” lanjut pernyataan tersebut, seperti yang dikutip dari Antara.

Iran turut menekankan peran penting Sekretaris Jenderal PBB dan Dewan Keamanan PBB untuk bertindak aktif dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional, terutama menghadapi sikap sepihak AS yang dinilai berpotensi memicu instabilitas kawasan.

Kemlu Iran menegaskan bahwa rakyat Iran tidak akan membiarkan campur tangan asing dengan niat buruk mengganggu proses dialog internal dalam menyelesaikan persoalan nasional.

Dalam pernyataannya, Iran juga mengungkit sejumlah catatan sejarah sebagai bukti panjangnya konflik dengan AS. Beberapa di antaranya adalah kudeta terhadap Perdana Menteri Mohammad Mossadegh pada 1953, dukungan AS kepada Irak dalam perang Iran-Irak, hingga insiden penembakan pesawat sipil Iran di Teluk Persia pada 1988 yang menewaskan 300 penumpang.

Selain itu, Iran juga menyoroti dukungan AS terhadap Israel, termasuk serangan terhadap infrastruktur vital dan fasilitas nuklir Iran pada 2025, serta sanksi ekonomi berat yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Kemlu Iran menilai ancaman pejabat AS sejalan dengan kebijakan rezim Zionis Israel yang dinilai berupaya meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

“Republik Islam Iran akan merespons setiap bentuk agresi dengan cepat, tegas, dan menyeluruh,” tegas Kemlu Iran.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru