Loading
Tragedi kebakaran bar di Crans-Montana, Swiss, saat perayaan Tahun Baru menewaskan sekitar 40 orang dan melukai lebih dari 115 lainnya. (Tangkapan Layar AI)
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Duka menyelimuti resor ski ternama Crans-Montana, setelah kebakaran hebat melanda bar Le Constellation saat perayaan Tahun Baru. Insiden yang terjadi di tengah keramaian itu merenggut sekitar 40 nyawa, sementara lebih dari 115 orang lainnya mengalami luka-luka, banyak di antaranya dalam kondisi kritis.
Menurut keterangan otoritas setempat, bar tersebut dipadati pengunjung muda yang tengah merayakan pergantian tahun. Api diduga menyebar sangat cepat, membuat banyak orang terjebak di dalam ruangan bawah tanah. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki, namun perhatian mengarah pada langit-langit ruangan yang kemungkinan tersambar kembang api atau suar yang digunakan sebagai bagian dari pertunjukan minuman.
Identifikasi Korban Berlangsung Lambat dan Penuh Duka
Kepala pemerintahan wilayah Valais, Mathias Reynard, menyebut proses identifikasi korban sebagai tugas yang “sangat sensitif dan memilukan”. Tim forensik harus menggunakan sampel gigi dan DNA, mengingat banyak jenazah mengalami luka bakar parah. “Kami tidak akan menyampaikan informasi kepada keluarga sebelum benar-benar yakin,” ujarnya.
Jaksa wilayah Valais, Béatrice Pilloud, menegaskan bahwa sumber daya besar telah dikerahkan agar para korban bisa segera diidentifikasi dan dipulangkan kepada keluarga masing-masing. Kepala kepolisian setempat, Frédéric Gisler, memperkirakan proses ini akan memakan waktu beberapa hari.
Pejabat kesehatan regional, Stéphane Ganzer, mengungkapkan bahwa sebagian korban luka belum dapat dikenali karena kehilangan identitas saat kejadian. Ia memperkirakan 80 hingga 100 korban berada dalam kondisi kritis. “Jika luka bakar tingkat tiga mencapai lebih dari 15 persen tubuh orang dewasa, risiko kematian sangat tinggi dalam hitungan jam atau hari,” jelasnya dilansir The Guardian.
Korban dari Berbagai Negara, Bantuan Internasional Dikerahkan
Para korban diketahui berasal dari berbagai negara Eropa. Pemerintah Italia menyebut sekitar 15 warganya luka-luka dan jumlah yang sama masih dinyatakan hilang. Prancis juga mengonfirmasi sejumlah korban luka dan hilang dari negaranya. Uni Eropa telah berkoordinasi dengan pihak Swiss untuk memberikan dukungan medis, sementara beberapa korban dirawat di rumah sakit di Prancis, Jerman, dan Polandia.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan simpati mendalam dan memastikan negaranya siap membantu perawatan korban. Pemerintah Swiss pun menetapkan lima hari masa berkabung nasional untuk mengenang tragedi yang disebut sebagai salah satu yang paling traumatis dalam sejarah modern negara tersebut.
Kesaksian Menggambarkan Api Menyambar dalam Hitungan Detik
Sejumlah saksi mata menuturkan bahwa kebakaran bermula saat staf bar mengangkat botol sampanye dengan kembang api kecil sebagai bagian dari pertunjukan rutin. “Mereka terlalu dekat dengan langit-langit, lalu tiba-tiba semuanya terbakar,” ujar seorang saksi kepada media setempat.
Warga Crans-Montana masih diliputi keterkejutan. Ratusan orang datang membawa bunga dan lilin, berdiri hening di sekitar lokasi kejadian. Karangan bunga terus bertambah di depan bar yang kini dipagari polisi, dengan pesan-pesan duka yang menyayat hati.
“Semuanya terjadi begitu cepat. Kami belum pernah mengalami kejadian seperti ini,” ujar François, salah satu warga setempat. Bagi banyak penduduk, para korban bukan sekadar angka statistik—mereka adalah teman, tetangga, dan generasi muda yang selama ini menghidupkan kota resor tersebut.