Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan pidato selama acara khidmat pada Hari Pekerja Layanan Diplomatik di Akademi Diplomatik Hennadii Udovenko Ukraina dari Kementerian Luar Negeri Ukraina di Kyiv, Ukraina, pada 22 Desember 2025.(Getty Images/bbc.com)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membeberkan rancangan terbaru rencana perdamaian yang membuka kemungkinan penarikan pasukan Ukraina dari wilayah timur yang selama ini diklaim Rusia.
Rencana tersebut tertuang dalam dokumen 20 poin hasil pembahasan antara delegasi Ukraina dan Amerika Serikat dalam pertemuan di Florida pada akhir pekan lalu. Menurut Zelensky, Rusia akan menyampaikan sikap resminya setelah Washington mengomunikasikan proposal ini kepada Moskow.
Zelensky menyebut dokumen tersebut sebagai kerangka utama untuk mengakhiri perang, dengan salah satu poin kunci berupa jaminan keamanan internasional. Amerika Serikat, NATO, dan negara-negara Eropa diusulkan memberikan respons militer terkoordinasi jika Rusia kembali melancarkan agresi ke wilayah Ukraina.
Persoalan paling sensitif menyangkut kawasan Donbas di Ukraina timur juga mendapat perhatian khusus. Zelensky mengungkapkan opsi pembentukan zona ekonomi bebas sebagai alternatif dari penarikan pasukan penuh, di tengah kebuntuan tuntutan wilayah.
Rencana 20 poin ini sekaligus menjadi revisi dari dokumen sebelumnya yang memuat 28 poin dan disusun oleh utusan AS Steve Witkoff. Dokumen lama itu dinilai banyak pihak terlalu mengakomodasi kepentingan Kremlin.
Hingga kini, Rusia tetap menuntut Ukraina menarik pasukannya dari sebagian besar wilayah Donetsk, yang mencakup hampir seperempat area Ukraina di kawasan timur. Sebagian wilayah tersebut bahkan sudah berada di bawah pendudukan militer Rusia.
Zelensky menegaskan bahwa Ukraina menolak penarikan sepihak. Oleh karena itu, para perunding AS mendorong alternatif berupa zona demiliterisasi atau zona ekonomi bebas sebagai jalan tengah.
“Ada dua pilihan: perang berlanjut, atau kita harus mengambil keputusan mengenai zona-zona ekonomi potensial,” ujar Zelensky kepada wartawan dikutip bbc.com.
Ia juga menekankan pentingnya pembentukan zona ekonomi di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia, yang saat ini berada di bawah kendali Rusia. Selain itu, Zelensky menuntut penarikan pasukan Rusia dari wilayah Dnipropetrovsk, Mykolaiv, Sumy, dan Kharkiv sebagai bagian dari kesepakatan damai menyeluruh.