Sabtu, 17 Januari 2026

Mantan Presiden Bolivia Luis Arce Ditangkap dalam Kasus Korupsi Fondioc


 Mantan Presiden Bolivia Luis Arce Ditangkap dalam Kasus Korupsi Fondioc Mantan Presiden Bolivia Luis Arce. (Foto: Dok. Vice Ministry of Communication via Wikimedia Commons)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Mantan Presiden Bolivia, Luis Arce, resmi ditangkap otoritas negara di La Paz sebagai bagian dari penyelidikan besar terkait dugaan korupsi. Arce, yang menjabat sebagai presiden ke-67 Bolivia pada periode 2020–2025, dibawa ke tahanan pada Selasa waktu setempat setelah Kejaksaan Agung mengeluarkan surat perintah penangkapan.

Kasus yang menyeret Arce ini bukan perkara baru. Investigasi menelusuri dugaan penyalahgunaan anggaran ketika ia masih menjabat sebagai Menteri Perekonomian di era Presiden Evo Morales (2006–2019). Arce dituduh membuka jalan bagi pengalihan dana negara ke rekening pribadi sejumlah tokoh politik. Tuduhan tersebut berkaitan dengan skandal Dana Pengembangan Masyarakat Adat (Fondioc), proyek negara yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat Bolivia.

Menurut Kejaksaan Agung, Arce dijerat dugaan pelanggaran tugas dan tindakan yang merugikan negara. Meski begitu, Arce memilih bungkam selama pemeriksaan awal. Mantan koleganya, María Nela Prada, membela Arce dan menyebut penangkapan tersebut sebagai bentuk “penyalahgunaan kekuasaan”.

Jaksa Agung Roger Mariaca menegaskan bahwa proses hukum ini tidak terkait dengan tekanan politik. Ia memastikan Arce akan menghabiskan satu malam dalam tahanan polisi sebelum dibawa ke pengadilan untuk menentukan status penahanannya selama menunggu proses persidangan.

Skandal Fondioc sendiri telah diselidiki bertahun-tahun dan melibatkan sejumlah politisi serta pejabat negara. Program yang seharusnya mendanai proyek pembangunan masyarakat adat itu diduga diselewengkan, bahkan beberapa proyek terbukti fiktif atau mangkrak. Salah satu tokoh yang memberikan kesaksian dalam kasus ini adalah Lidia Patty, eks anggota parlemen dari partai MAS.

Wakil Presiden Bolivia, Edmand Lara, menyatakan bahwa penangkapan Arce merupakan bagian dari agenda besar pemerintahan baru untuk memberantas korupsi. “Semua yang telah merugikan negara harus bertanggung jawab,” ujarnya tegas.

Penangkapan ini muncul tak lama setelah terpilihnya Presiden Rodrigo Paz pada pemilu Oktober. Kemenangan Paz menandai berakhirnya hampir dua dekade dominasi partai kiri MAS yang sebelumnya diwakili Arce. Sesuai undang-undang Bolivia, pejabat eksekutif yang baru lengser tidak diperbolehkan meninggalkan negara selama 90 hari setelah pergantian pemerintahan dilansir bbc.com.

Di minggu pertama pemerintahannya, Presiden Paz menyebut menemukan “sarang korupsi” di berbagai institusi negara. Selain Arce, enam mantan petinggi perusahaan minyak nasional YPFB juga ditahan pekan ini atas kasus korupsi terpisah. Pemerintah memastikan audit menyeluruh tengah berlangsung di seluruh perusahaan milik negara.

Kasus ini menjadi babak baru dalam dinamika politik Bolivia, menyoroti tarik ulur antara pemerintahan baru dan warisan panjang kekuasaan MAS.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru