Penembakan di Yerusalem Tewaskan 6 Orang


 Penembakan di Yerusalem Tewaskan 6 Orang Penembakan di Yerusalem Tewaskan 6 Orang. (Ilustrasi: Universitas Narotama)

YERUSALEM, ARAHKITA.COM - Dua pria bersenjata asal Palestina menewaskan enam orang dalam aksi penembakan di sebuah halte bus di Ramot Junction, pinggiran Yerusalem, pada Senin (8/9). Serangan ini disebut polisi sebagai salah satu yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di kota tersebut.

Rekaman kamera dasbor di lokasi memperlihatkan kepanikan warga saat suara tembakan terdengar. Polisi Israel menyebut para pelaku langsung ditembak di tempat oleh seorang tentara dan seorang warga sipil bersenjata.

“Saya mendengar tembakan, lalu saya lari... Saya pikir saya akan mati,” kata Ester Lugasi, salah satu korban yang terluka, kepada media lokal dari rumah sakit seperti dilansir CNA dari Reuters.

Layanan ambulans Israel mengidentifikasi lima korban awal: seorang pria berusia 50 tahun, seorang wanita usia lima puluhan, dan tiga pria berusia tiga puluhan.

Enam korban lainnya dilaporkan dalam kondisi kritis akibat luka tembak. Tak lama kemudian, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, mengonfirmasi korban tewas bertambah menjadi enam orang.

Polisi menyatakan bahwa kedua pelaku adalah warga Palestina dari wilayah Tepi Barat yang diduduki. Menyusul kejadian ini, Kepala Staf Umum Militer Israel, Eyal Zamir, memerintahkan penutupan total wilayah asal para pelaku.

Serangan ini menuai kecaman internasional. Kementerian Luar Negeri Spanyol mengonfirmasi bahwa satu warga negaranya turut menjadi korban tewas. Negara lain seperti Prancis, Uni Eropa, dan Uni Emirat Arab juga mengutuk serangan tersebut.

Penembakan ini terjadi di tengah konflik yang masih berlangsung antara Israel dan Hamas di Gaza, yang telah menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut. Di Tepi Barat, ketegangan meningkat dengan adanya pembatasan militer yang lebih ketat dan lonjakan serangan oleh pemukim Yahudi terhadap warga Palestina.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru