Loading
Presiden Donald Trump (kiri) dan Presiden Vladimir Putin saat bertemu di Helsinki, Finlandia, pada 2018. (Foto Tangkapan Layar)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pertemuan bersejarah antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada Jumat (15/8/2025) mulai menunjukkan dampak diplomatis. Sehari setelah pertemuan itu, para pemimpin Eropa kompak menyatakan dukungan terhadap upaya perdamaian Rusia-Ukraina yang diinisiasi Trump.
Dalam pernyataan bersama, sejumlah tokoh utama Eropa seperti Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, PM Inggris Keir Starmer, PM Italia Giorgia Meloni, Presiden Finlandia Alexander Stubb, PM Polandia Donald Tusk, dan Presiden Portugal António Costa menyampaikan kesiapan mereka bekerja sama dengan Washington dan Kiev.
Dukungan Eropa untuk Proses Damai
Para pemimpin Eropa menyebut langkah Trump sebagai upaya penting untuk “menghentikan pertumpahan darah di Ukraina, mengakhiri agresi Rusia, serta membangun perdamaian yang adil dan berkelanjutan.”
Mereka juga menegaskan bahwa proses damai harus melibatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Trump sendiri dikabarkan akan segera mengadakan pertemuan langsung dengan Zelenskyy sebagai tindak lanjut.
“Kami siap bekerja sama dengan Presiden Trump dan Presiden Zelenskyy menuju pertemuan trilateral dengan dukungan penuh dari Eropa,” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.
Jaminan Keamanan untuk Ukraina
Dalam pernyataannya, para pemimpin Eropa menekankan bahwa Ukraina berhak mendapatkan jaminan keamanan yang kuat demi menjaga kedaulatan dan integritas wilayahnya. Mereka menyambut baik komitmen Trump bahwa Amerika Serikat siap memberikan jaminan tersebut.
Selain itu, Eropa juga menolak segala bentuk pembatasan terhadap militer Ukraina maupun kerja sama pertahanannya dengan negara lain. Mereka menegaskan bahwa Rusia tidak boleh memiliki hak veto atas keanggotaan Ukraina di Uni Eropa maupun NATO.
Von der Leyen melalui akun X menambahkan, “Jaminan keamanan yang kuat untuk melindungi kepentingan vital Ukraina dan Eropa sangatlah penting. Uni Eropa terus bekerja erat dengan Presiden Zelenskyy dan pemerintah AS untuk memastikan perdamaian yang adil dan langgeng.”
Pertemuan Tertutup Trump-Putin
Pertemuan di Alaska menjadi momen pertama Trump dan Putin bertatap muka langsung sejak perang Rusia-Ukraina pecah pada Februari 2022. Keduanya dilaporkan menghabiskan lebih dari tiga jam dalam pertemuan tertutup.
Putin menyebut diskusi tersebut menghasilkan “pemahaman bersama”, sementara Trump mengisyaratkan adanya peluang untuk melanjutkan dialog ke tahap berikutnya dikutip Antara.
Jalan Panjang Menuju Perdamaian
Meski berbagai pihak menyambut positif pertemuan tersebut, para pemimpin Eropa menegaskan bahwa tekanan terhadap Rusia akan tetap diberlakukan selama konflik dan kekerasan di Ukraina masih berlangsung.
Harapan kini tertuju pada langkah lanjutan berupa perundingan trilateral antara AS, Rusia, dan Ukraina dengan dukungan penuh dari Eropa. Pertemuan Alaska ini pun dipandang sebagai salah satu titik balik penting dalam upaya mengakhiri perang yang sudah berlangsung lebih dari tiga tahun.