Jumat, 30 Januari 2026

Pertemuan Empat Mata Putin-Trump di Alaska, Bahas Ukraina hingga Kerja Sama Ekonomi


 Pertemuan Empat Mata Putin-Trump di Alaska, Bahas Ukraina hingga Kerja Sama Ekonomi Foto gabungan memperlihatkan Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada kesempatan berbeda. (ANTARA/Xinhua)

MOSKOW, ARAHKITA.COM – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menggelar pertemuan empat mata pada Jumat (15/8/2025) pukul 11.30 waktu setempat atau Sabtu dini hari pukul 02.30 WIB. Pertemuan ini akan berlangsung di salah satu fasilitas Pangkalan Angkatan Udara Elmendorf-Richardson, Anchorage, Alaska.

Ajudan Presiden Rusia, Yury Ushakov, mengungkapkan kepada wartawan di Moskow bahwa pembicaraan akan digelar secara tertutup, hanya dihadiri kedua pemimpin beserta penerjemah, sambil menikmati sarapan bersama.

“Pertemuan akan dimulai sekitar pukul 11.30 waktu setempat. Putin dan Trump akan berbincang secara langsung, ditemani penerjemah. Setelah itu, pembahasan akan dilanjutkan dengan format delegasi,” jelas Ushakov, Kamis (14/8/2025).

Delegasi Kecil, Isu Besar

Negosiasi lanjutan akan dihadiri masing-masing lima anggota delegasi. Dari pihak Rusia, daftar yang dikonfirmasi mencakup Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, Penasihat Presiden untuk Kebijakan Luar Negeri Yury Ushakov, Menteri Pertahanan Andrey Belousov, Menteri Keuangan Anton Siluanov, serta Utusan Presiden untuk Investasi dan Kerja Sama Ekonomi Internasional Kirill Dmitriev.

Ushakov menegaskan, jumlah peserta yang terbatas disesuaikan dengan sifat pembahasan yang sensitif. Sementara nama-nama dari pihak Amerika Serikat belum diumumkan secara resmi oleh Washington.

Agenda: Ukraina, Ekonomi, dan Keamanan GlobalPertemuan Putin-Trump diperkirakan akan membahas beragam isu strategis, mulai dari penyelesaian konflik Ukraina, pengembangan kerja sama perdagangan dan ekonomi, hingga situasi keamanan internasional dan regional.

“Kerja sama di bidang perdagangan-ekonomi sebenarnya memiliki potensi besar, namun hingga kini masih belum dimanfaatkan secara optimal,” kata Ushakov.

Selain itu, topik tentang pemeliharaan perdamaian global serta isu geopolitik terkini juga akan menjadi fokus utama diskusi.

Lokasi Pertemuan Bernilai SejarahMenariknya, lokasi pertemuan ini berdekatan dengan monumen peringatan bagi sembilan penerbang Soviet, dua prajurit, dan dua warga sipil yang gugur pada 1942–1945. Mereka merupakan bagian dari program Pinjam-Sewa, ketika Amerika Serikat mengirimkan pesawat ke Uni Soviet untuk membantu Perang Dunia II.

“Ini memiliki makna simbolis yang kuat, terlebih tahun ini bertepatan dengan peringatan 80 tahun kemenangan atas Nazi Jerman dan militer Jepang,” ujar Ushakov dikutip Antara.

Setelah rangkaian pembicaraan, kedua pemimpin dunia ini dijadwalkan menggelar konferensi pers bersama.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru