Selasa, 27 Januari 2026

Arab Saudi: Tidak Ada Normalisasi Selama Gaza Terus Diserang dan Belum Terbentuk Negara Palestina


 Arab Saudi: Tidak Ada Normalisasi Selama Gaza Terus Diserang dan Belum Terbentuk Negara Palestina Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan. (VOA Indonesia)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Arab Saudi menyatakan tidak akan menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel sebelum terbentuknya negara Palestina dan berakhirnya konflik di Jalur Gaza.

Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, dalam konferensi pers di New York, Senin (28/7/2025), usai menghadiri pertemuan tingkat tinggi internasional yang membahas solusi dua negara untuk Palestina dan Israel.

“Bagi Kerajaan, pengakuan terhadap Israel sangat erat kaitannya dengan pembentukan negara Palestina,” kata Pangeran Faisal saat menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan Arab Saudi menghidupkan kembali pembicaraan seputar Abraham Accords.

Pernyataan itu merupakan sinyal paling tegas dari Riyadh terkait sikapnya dalam isu normalisasi dengan Israel. Sejauh ini, Arab Saudi belum menjadi bagian dari Abraham Accords, kesepakatan diplomatik yang ditandatangani pada 2020 antara Israel dan sejumlah negara Arab seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, dan Sudan.

Abraham Accords merupakan serangkaian kesepakatan diplomatik yang menandai normalisasi hubungan antara Israel dengan beberapa negara Arab yang ditandatangani pada 2020.

“Kami tentu berharap bahwa konsensus yang jelas yang ditunjukkan hari ini, dan yang akan terus ditunjukkan besok – serta momentum menuju pembentukan negara Palestina dapat membuka ruang dialog mengenai normalisasi,” tambahnya.

Faisal menegaskan bahwa normalisasi dengan Israel tidak bisa dibicarakan selama genosida yang dilakukan Israel masih terus berlangsung di Gaza.

“Dialog hanya bisa dimulai jika konflik di Gaza berakhir dan penderitaan rakyat Gaza teratasi,” ujarnya dilansir Antara.

“Karena tidak ada alasan, bahkan tidak ada kredibilitas, untuk membicarakan normalisasi di tengah kematian, penderitaan, dan kehancuran yang terus terjadi di Gaza.”

“Kemudian kita perlu berbicara tentang pembentukan negara Palestina. Dan jika hal itu telah terwujud, maka tentunya kita bisa berbicara tentang normalisasi,” tambahnya.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru