Loading
Ilustrasi: Pentagon (Antara/Anadolu/py)
WASHINGTON, ARAHKITA.COM - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengonfirmasi bahwa sebuah rudal balistik yang ditembakkan Iran telah mengenai Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada 23 Juni 2025. Insiden ini menandai meningkatnya ketegangan antara kedua negara pasca serangan AS terhadap situs nuklir Iran beberapa hari sebelumnya.
Menurut pernyataan resmi juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, serangan tersebut menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan dan peralatan di dalam pangkalan. Namun, tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut.
"Satu rudal balistik Iran menghantam Al Udeid pada 23 Juni, sementara rudal lainnya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara gabungan AS dan Qatar," ujar Parnell dalam keterangan kepada Anadolu Agency.
Al Udeid Tetap Beroperasi
Meski terjadi serangan langsung, aktivitas militer di Pangkalan Udara Al Udeid—yang menjadi fasilitas strategis bagi kehadiran militer AS di Timur Tengah—tidak terganggu. Pentagon menegaskan bahwa pangkalan tersebut tetap beroperasi penuh bersama mitra mereka dari militer Qatar.
“Pangkalan ini terus menjalankan misi untuk menjaga stabilitas dan keamanan kawasan,” tambah Parnell.
Respons Besar dari Sistem Pertahanan Patriot
Serangan rudal Iran tersebut terjadi dua hari setelah militer AS meluncurkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir milik Iran. Sebagai bentuk respons, Iran menembakkan beberapa rudal ke pangkalan Al Udeid—salah satunya berhasil lolos dan mengenai sasaran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut bahwa pasukan Amerika dan Qatar berhasil menangkis sebagian besar ancaman tersebut. Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, menggambarkan insiden ini sebagai “keterlibatan tunggal terbesar dalam sejarah sistem pertahanan udara Patriot milik AS”.
“Kami bekerja sama dengan kru Patriot Qatar dalam mempertahankan instalasi penting ini. Jumlah rudal yang diluncurkan tidak disebutkan secara spesifik, namun bisa saya katakan, banyak logam beterbangan malam itu,” kata Caine saat konferensi pers pada 26 Juni dikutip Antara.
Ketegangan Regional Meningkat
Serangan rudal ini menjadi titik panas baru dalam hubungan AS-Iran yang telah lama tegang. Al Udeid, sebagai pangkalan utama AS di kawasan Teluk, sebelumnya telah menjadi target ancaman berbagai kelompok yang menentang kehadiran militer AS di wilayah tersebut.
Pengamat menilai, eskalasi ini berpotensi memperburuk situasi geopolitik di Timur Tengah jika tidak disertai langkah diplomatik lanjutan dari kedua belah pihak.