Loading
Ilustrasi: Para demonstran melakukan protes anti-perang di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Times Square di New York, 4 Januari 2020. (Foto: Reuters/Eduardo Munoz/VOA Indonesia)
ISTANBUL, ARAHKITA.COM - Warga Amerika Serikat cenderung skeptis terhadap opsi militer ke Iran. Survei terbaru mengungkap bahwa hampir separuh responden menolak rencana serangan udara, sementara hanya seperempat yang mendukung.
Survei nasional yang dilakukan The Washington Post pada Rabu (18/6/2025) menunjukkan bahwa 45% warga Amerika Serikat menolak rencana serangan udara terhadap Iran, sedangkan 25% menyatakan dukungan, dan sisanya 30% belum menentukan sikap.
Survei ini dilakukan melalui pesan teks dengan melibatkan lebih dari 1.000 responden, di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel yang turut menyeret perhatian Amerika Serikat.
Temuan ini mengindikasikan adanya keraguan publik terhadap eskalasi militer, dengan selisih 20 poin antara kelompok penentang dan pendukung intervensi.
Sikap Berdasarkan Afiliasi Politik
Responden dari Partai Demokrat tercatat sebagai yang paling vokal menentang aksi militer, dengan dua dari tiga orang menyatakan penolakan. Ini sejalan dengan sentimen anti-perang yang cukup kuat di kalangan basis pemilih partai tersebut.
Sementara itu, dari pendukung Partai Republik, 47% menyatakan setuju dengan serangan udara terhadap Iran, 24% menolak, dan 29% masih ragu-ragu.
Persepsi Ancaman Nuklir Iran
Survei juga menanyakan pandangan warga terkait program nuklir Iran. Hasilnya:
Sekitar 20% warga melihatnya sebagai ancaman serius dan langsung terhadap AS.
Hampir 50% menilai sebagai ancaman cukup serius.
Sedangkan sepertiga lainnya menganggap ancaman tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan.
Kekhawatiran Perang Skala Penuh
Sebanyak empat dari sepuluh warga AS mengaku sangat khawatir bahwa ketegangan ini dapat menyeret AS ke dalam perang besar dengan Iran.
Proporsi yang hampir sama menyatakan mereka sedikit khawatir, sementara sisanya menunjukkan ketidakpedulian atau tidak yakin dikutip dari Antara.