Loading
Aparat kepolisian saat membersihkan Jalan Yos Sudarso dari aksi massa Pasangan Philbas di Timika, Kamis (24/5/2018) pagi tadi. (Arahkita/Heli Sdp)
TIMIKA, ARAHKITA.COM -Sekelompok massa pendukung pasangan bakal calon Pilkada Mimika, Philipus Wakerkwa-H. Basri (Philbas) pada Kamis (24/5/2018) pagi kemarin melakukan aksi pemalangan jalan dan membakar ban bekas di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mimika.
Aksi spontan 30 an massa sekitar pukul 05.30 WIT kemarin lantaran tidak puas dengan keputusan KPU Mimika pada pleno lanjutan untuk menetapkan status pasangan Philbas pada Pilkada Mimika 2018.
Rapat pleno terbuka yang dipimpin Ketua KPU Mimika, Theodora Ocepina Magal bersama komisioner KPU Mimika lainnya di Graha Eme Neme Yauware sejak Rabu petang hingga Kamis dinihari mengecewakan pasangan Philbas dan pendukungnya.
Baca juga:
DPT Pilkada Mimika BermasalahMassa kemudian memblokade hingga arus lalu lintas di Jalan Yos Sudarso sempat lumpuh lantaran tidak mendapat hasil keputusan pasti, sebab skorsing sidang terkait penetapan status pasangan Philbas tidak ditentukan oleh Ketua KPU Mimika selaku pimpinan sidang.
Tidak lama berselang dari aksi massa tersebut, Kabag Ops Polres Mimika Kompol Toni Upuya tiba dan langsung menenangkan massa.
Massa diimbau agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan.Memahami himbauan persuasif, petugas Polres Mimika bersama bantuan keamanan operasi dari Brimob Polda Daerah Istimewwa Yogyakarta (DIY) melakukan pemadaman dan membersihkan sisa-sisa ban yang dibakar.
Upaya pemadaman dibantu personel Pemadam Kebakaran (Damkar) yang datang dengan satu unit mobil Damkar.
Sekitar pukul 07.05 WIT, sekelompok massa dibubarkan dan aktivitas warga maupun arus lalu lintas di kawasan tersebut kembali normal.
Saat melakukan aksi, tidak satu pun komisioner atau pun pegawai berada di Kantor KPU Mimika.
Kompol Toni Upuya mengatakan, aksi yang dilakukan sekelompok massa ini spontanitas.
"Mulai dari pleno di Eme Neme Yauware pergerakan massa kami pantau sehingga bisa kami tangani segera dan tidak meluas atau berlarut. Dari kepolisian kami imbau ke semua masyarakat, agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan kepentingan umum. Salurkan aspirasi sesuai ketentuan hukum melalui ranah yang benar. Kalau pun kita merasa tidak puas, Kamtibmas harus tetap kita jaga bersama," pesannya.
Dampak lain dari adanya aksi di depan Kantor KPU Mimika dirasakan civitas pendidikan SD YPPK Tiga Raja.
Bernilpus Welerubun selaku Kepala Sekolah SD YPPK Tiga Raja menyebutkan dari aksi massa di Kantor KPU Mimiika, ada sejumlah orang tua siswa enggan menyekolahkan anaknya, padahal sedang dilaksanakan Ujian Kenaikan Kelas (UKK).
"Guru-guru juga parkir sepeda motor dan kendaraan mereka jauh dari sekolah,” tambah Bernilpus saat dikonfirmasi media ini, Kamis (24/5/2018).
Menurut Bernilpus, setiap ada aksi massa di Kantor KPU, aktivitas belajar mengajar dihentikan dan siswa dipulangkan lebih awal. Bahkan ada orang tua yang mengantar anaknya di sekolah menunggu sampai jam pulang sekolah.
Menyikapi situasi ini, pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan ke KPU Mimika soal dampak aksi massa terhadap kegiatan belajar mengajar di SD YPPK Tiga Raja.
"Kami sudah sampaikan langsung ke komisioner KPU, hanya saja saat ini tidak mungkin Kantor KPU akan dipindahkan," tutur Bernilpus.
Bahkan pihaknya telah menyampaikan ke Polres Mimika sekaligus meminta pengamanan ekstra setiap ada aksi massa di Kantor KPU Mimika.
“Harapan saya setelah agenda Pilkada dan Pilpres kami mohon lokasi kantor KPU dipindahkan.
Sementara salah saksi mata mengaku sempat melihat aksi massa saat menunggu makan sahur.
“Saya lihat massa tidak banyak orang, mereka sampai di depan kantor KPU langsung palang jalan dengan kayu dan bakar ban,” tukasnya. (Heli Sdp)