Loading
Erlinda, Pemerhati Anak dan Mantan Komisioner KPAI. (Net)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Saat ini kondisi anak Indonesia masih sangat mengkhawatirkan. Kasus trafficking, kekerasan seksual dan pelanggaran terhadap hak lainnya masih terjadi.
Kejadian yang sangat tragis baru-baru ini terjadi di wilayah Sumatera Utara. Pelaku melakukan tindakan pelecehan seksual dengan melakukan aksi meremas payudara (di kalangan masyarakat Sumatera Utara sering disebut Betek alias Begal Tetek atau Begal Payudara).
Dalam rekaman yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu, terlihat pelaku begal payudara sedang berada di atas sepeda motor persis di trotoar jalan. Pelaku sudah menunggu dua orang siswi yang sedang berjalan dari arah berlawan. Saat kedua siswi itu berjalan sambil berbincang mendekati pelaku, tiba-tiba pelaku langsung meremas payudara salah satu siswi dengan tangan kiri. Pelaku pun langsung meninggalkan korban.
Pelaku yang menjadi begal payudara berinisial SY (35) berhasil ditangkap petugas Unit Pidana Umum Satuan Reskrim Polrestabes Medan. Pria berusia 35 tahun itu diketahui melakukan pelecehan seksual terhadap pelajar siswi SMA di Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (24/4) dini hari. Dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan petugas, tersangka SY mengakui sudah berulang kali melakukan aksi remas dada perempuan.
Hingga saat ini motif tersangka melakukan perbuatan tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Erlinda, Pemerhati Anak dan Mantan Komisioner KPAI periode 2014- 2017 memberikan apresiasi terhadap Polrestabes Medan dan Polda Sumut karena telah menangkap pelaku dan melakukan langkah cepat sehingga dapat memberikan ketenangan bagi warga kota Medan. "Warga sangat resah dan ketakutan atas kejadian dan fenomena modus baru bagi pelaku penyimpanan seksual tersebut," jelasnya kepada Arahkita.com.
Perbuatan pelaku tentu saja tidak dapat ditolerir karena merupakan ancaman terhadap kaum perempuan, terutama siswi perempuan yang melintas sepulang sekolah. Jika dibiarkan maka dikhawatirkan akan rawan terjadi pencabulan atau pemerkosaan. Erlinda menghimbau agar masyarakat harus melapor ke Kepolisian setempat jika melihat peristiwa serupa.
Langkah cepat tanggap yang dilakukan Polrestabes Medan sebagai bentuk dedikasi bahwa polisi sebagai pengayom masyarakat yang memberikan perlindungan, keamanan, dan kenyamanan.
Jika terjadi pembiaran terhadap pelaku begal payudara terhadap anak di jalanan, maka akan membuat anak-anak terancam keselamatannya saat beraktivitas di luar rumah. "Saya juga mengucapkan terima kasih pada masyarakat yang telah menolong korban pada saat sesudah kejadian dan tidak sengaja terekam di CCTV pada mobil yang sengaja dipasang. Mari bersama wujudkan gerakan peduli lingkungan dan berikan perlindungan bagi anak sebagai generasi penerus bangsa," jelasnya. (Jack Gobang)