Kamis, 29 Januari 2026

Kasus Kematian Tidak Wajar Warga NTT, TPDI: Bareskrim Sebaiknya Ambil Alih Penanganan


 Kasus Kematian Tidak Wajar Warga NTT, TPDI: Bareskrim Sebaiknya Ambil Alih Penanganan Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus .(BreakingNews)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Bareskrim Mabes Polri diminta untuk mengambilalih penanganan kasus kematian tidak wajar beberapa warga NTT yang selama ini terkatung-katung penanganannya baik di Polda NTT maupun beberapa Polres di wilayah hukum Polda NTT, karena aparat Kepolisian Polda NTT dan di sejumlah Poleres di NTT tidak serius menangani kasus kematian tidak wajar yang diduga sebagai akibat pembunuhan dan penganiayaan.

Menurut Advokat anggota Peradi ini, beberapa kasus kematian tidak wajar di wilayah hukum Polda NTT antara lain  almarhum Nimrod Tamane, ditemukan mati tidak wajar tanggal 28 Oktober 2018,  almarhum Anselmus Wora, ditemukan mati tida wajar di Pulau Ende tanggal 28 Oktober 2019, almahrum Markus Nula, ditemukan mati tidak wajar 11 Desember 2019, di Aesesa, Nagekeo, almarhum Herkulanus Uskono dan Michael Alhans, di Kabupaten TTU, namun tidak ditangani secara serius oleh Polda NTT.

"Masyarakat tentu kecewa dengan kondisi ini, padahal ketika Polda NTT pada 4 April 2017 dinaikan statusnya dari type B menjadi type A, dimana Kapolda NTT harus dipimpin oleh seeorang Irjen Polisi atau bintang dua, maka kenaikan type A ini sangat menggembirakan publik NTT karena kenaikan type A diharapkan membawa perubahan dalam kualitas pelayanan masyarakat sebagai wujud dari program Kapolri menjadikan Polisi Indonesia menjadi Polisi Promoter,"ungkap Koordinator TPDI, Petrus Selestinus, SH.

Kenyataannya kata Petrus, meskipun kenaikan ke type A disertai dengan naiknya pangkat pimpinan Polda, fasilitas bertambah, gaji dan tunjangan ikut dinaikan dengan segala kemudahan akses dalam bertugas serta anggaran ditingkatkan, namun tidak berdampak banyak pada aspek peningkatan mutu pelayanan keadilan bagi warga NTT. Etos kerja yang diperlihatkan tidak linear dengan kenaikan type A dan fasilitas yang serba memadai yang dinikmati Polda NTT.

Kata Petrus, berbagai permasalahan hukum dan kamtibmas yang terjadi di tengah masyarakat kebanyakan tidak tertangani dengan baik, ada kesan Polisi kerja asal-asalan. "Inilah yang membuat masyarakat kecewa berat terhadap Polisi bahkan untuk penanganan kematian tidak wajar almarhum Anselmus Wora dan lain-lain di NTT saat ini Garda NTT di Jakarta minta agar Bareskrim Mabes Polri segera mengambialih penanganannya dan Kapoldanya dicopot,"katanya.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hukum & Kriminalitas Terbaru