Polisi Ungkap Lima Pelaku Tawuran Manggarai Berstatus di Bawah Umur


 Polisi Ungkap Lima Pelaku Tawuran Manggarai Berstatus di Bawah Umur Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Bustoni Purnama. (Tribunnews.com)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Tawuran di Manggarai melibatkan tiga kelompok warga yakni antara warga Tambak, Jakarta Pusat bersama warga Megazen, Tebet, menyerang warga Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat.

Tawuran terjadi Rabu (4/9/2019) sekitar pukul 17.05 WIB. Tawuran pertama pecah di atas rel kereta api dekat Manggarai. Lalu berhasil dipukul mundur oleh aparat kepolisian dengan menggunakan gas air mata.

Selang beberapa menit berikutnya tawuran kembali terjadi pukul 17.07 di JPO Jayakarta Jakarta Selatan.

Warga berhasil dipukul mundur oleh petugas keamanan setempat. Sejak saat itu arus lalu lintas dan perjalanan kereta api sudah normal kembali.

Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Selatan mengungkapkan terdapat 5 pelaku berstatus di bawah umur yang terlibat dalam tawuran Manggarai.

"Ada pelaku 5 orang dibawah umur," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Bustoni Purnama di Magazen, Tebet, Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (6/9/2019).

Kelima pelaku tawuran yang berada di bawah umur tersebut ditangkap karena kepemilikan senjata tajam pada Kamis (5/9/2019) malam dalam operasi penyisiran ke pemukiman warga Magazen yang dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Selatan.

Operasi kembali digelar pada Jumat, dengan jumlah 313 personel gabungan antara polisi dan TNI Kodim 0504 Jakarta Selatan.

Selain menyisir warga yang terlibat dalam tawuran Manggarai dalam operasi ini dilakukan pengungkapan jaringan narkoba di wilayah Magazen.

Terdapat empat warga yang berasal dari RW 06 dan RW 10 yang positif menggunakan narkoba jenis amfetamin dan psikotropika.

Salah satu warga berinisial H yang ditangkap dalam operasi kali ini merupakan residivis yang terlibat kasus pembegalan.

Mereka diamankan oleh petugas dan di bawah ke Polsek (Kepolisian Sektor) Senen untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hukum & Kriminalitas Terbaru