Loading
Satu per satu narapidana Lapas Sorong yang menyelamatkan diri akibat kebakaran bangunan Lapas mulai kembali menjalani hukumannya. (Jawa Pos)
SORONG, ARAHKITA.COM - Insiden kebakaran Lapas pada Senin (19/8/2019) sorenarapidana berhamburan keluar guna menyelamatkan diri. Dari total jumlah keseluruhan narapidana yakni 553 orang sekitar 200 belum kembali.
Kepala Lapas Kelas II B Sorong, Nunus yang dikonfirmasi Antara, Selasa (20/8/2019), mengakui bahwa satu per satu narapidana yang keluar akibat kebakaran untuk menyelamatkan diri mulai kembali ke Lapas.
Dia mengatakan, ada yang kembali sendiri ke Lapas, ada pula yang diantar oleh keluarganya guna menjalani sisa masa hukuman.
"Satu per satu narapidana Lapas Sorong yang menyelamatkan diri akibat kebakaran bangunan Lapas mulai kembali menjalani hukumannya,"kata Nunus.
Nunus mengatakan bahwa ruang tahanan aman karena yang terbakar hanya kantor atau ruang administrasi sehingga narapidana bisa beristirahat dengan tenang.
Hanya saja, tambah dia, kendala yang dihadapi pihak Lapas adalah menyediakan makanan bagi narapidana karena semua akses jalan menuju Lapas diblokade massa aksi menolak rasisme.
"Kami kesulitan membeli bahan makanan bagi warga binaan karena sejumlah ruas jalan menuju Lapas diblokade," ujarnya.
Kalapas berharap narapidana yang keluar karena menyelamatkan diri dari kobaran api dapat kembali ke Lapas dengan sukarela dan menyelesaikan masa tahanannya.