Tangkapan layar - Warga mengamuk kepada dua orang penjambret di kawasan Tanjung Duren, Grogol Petamburan. (Antara)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Aksi penjambretan yang terjadi di kawasan Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Selasa (23/6) malam berhasil digagalkan oleh warga setempat bersama sejumlah pengemudi ojek online. Peristiwa tersebut sempat menjadi sorotan setelah videonya beredar luas di media sosial dan memperlihatkan dua pelaku yang dikerumuni massa.
Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 21.30 WIB terkait aksi penjambretan kalung emas yang dilakukan oleh dua pria yang berboncengan menggunakan sepeda motor.
“Saat kejadian, dua pelaku itu sedang mengendarai motor berboncengan, kemudian melintas dan menarik kalung korban, sehingga korban kaget dan berteriak, ‘maling, maling’,” kata Alexander saat dihubungi di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Baca juga:
Polisi Ungkap Motif Pembacokan Pelajar hingga Tewas di Grogol, Berawal dari Ejekan di MedsosTeriakan korban langsung memancing reaksi warga sekitar dan sejumlah pengemudi ojek online yang berada di lokasi. Mereka kemudian melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku yang berusaha melarikan diri setelah merampas kalung emas korban.
Upaya kabur tersebut tidak berlangsung lama. Saat dikejar warga, kedua pelaku yang diketahui berinisial RA dan AF terjatuh dari sepeda motor. Warga kemudian mengamankan keduanya sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi.
“Di situ, masyarakat saling membantu untuk mengamankan pelaku, dan kita langsung merujuk ke TKP (tempat kejadian perkara) untuk menangkap pelaku tersebut dan membawanya ke Mako Polsek,” ujar Alexander.
Akibat menjadi sasaran amukan massa, kedua pelaku mengalami luka-luka. Salah satu di antaranya bahkan mengalami cedera cukup serius di bagian wajah.
“Yang satu cukup parah, ya, kalau kita lihat dari lukanya. Babak belur, lebam, banyak di sekitar muka, dan yang satu enggak terlalu. Enggak terlalu kena massa dia, cuma luka ringan,” ungkap Alexander.
Polisi juga mengamankan sepeda motor yang digunakan para pelaku saat menjalankan aksinya. Namun, kalung emas milik korban yang menjadi barang hasil kejahatan diduga telah dibuang ketika pelaku berusaha melarikan diri dari kejaran warga.
Menurut Alexander, kedua pelaku telah mengakui perbuatannya. Meski demikian, penyidik belum dapat menggali keterangan secara lengkap dari pelaku yang mengalami luka lebih parah karena masih menjalani perawatan.
“Dia sudah mengakui perbuatannya, tapi yang eksekutornya belum bisa diambil keterangan karena kondisi lukanya yang parah,” katanya.
Hingga saat ini, kedua pelaku masih mendapatkan perawatan di klinik. Polisi juga masih mendalami identitas lengkap mereka, termasuk usia dan peran masing-masing dalam aksi penjambretan yang sempat menghebohkan warga Tanjung Duren tersebut.