Polisi Gagalkan Aksi Tawuran, Dua Remaja Pembawa Celurit Diamankan di Angke


 Polisi Gagalkan Aksi Tawuran, Dua Remaja Pembawa Celurit Diamankan di Angke Polisi meringkus dua orang remaja yang kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit berukuran besar di kawasan Angke, Tambora, Jakarta Barat. (Antara)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Polisi menggagalkan dugaan aksi tawuran yang melibatkan dua pelajar di kawasan Angke, Tambora, Jakarta Barat, pada Rabu. Kedua remaja tersebut diamankan setelah kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit berukuran besar saat berada di wilayah tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Sudrajat Djumantara, Rabu (3/6/2026), mengatakan penangkapan berawal dari patroli rutin yang dilakukan petugas. Saat berkeliling, polisi mencurigai gerak-gerik dua remaja yang kemudian diketahui membawa senjata tajam yang disembunyikan dalam sarung.

"Anggota melihat adanya dua anak remaja yang membawa celurit dibungkus oleh sarung. Akhirnya anggota berusaha mengamankan dan sempat terjadi kejar-kejaran sebelum berhasil diamankan oleh anggota kami," ujar Sudrajat.

Setelah berhasil diamankan, kedua pelajar tersebut dibawa ke Markas Polsek Tambora untuk menjalani pemeriksaan. Berdasarkan hasil pendalaman awal, mereka diduga sedang dalam perjalanan menuju kawasan Bandengan, Jakarta Utara.

Polisi menduga keduanya akan bergabung dengan kelompok lain untuk melakukan aksi tawuran. Dugaan tersebut diperkuat dengan temuan senjata tajam yang mereka bawa saat diamankan petugas.

Selain menangkap kedua remaja tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan rencana aksi tawuran. Barang bukti yang diamankan antara lain sepeda motor yang digunakan para pelaku serta satu bilah celurit berukuran besar.

"Untuk barang bukti yang berhasil diamankan adalah sepeda motor yang digunakan oleh para pelaku dan satu bilah celurit berukuran besar," kata Sudrajat.

Saat ini, penyidik Reskrim Polsek Tambora masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami motif kedua pelajar membawa senjata tajam tersebut. Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya ajakan tawuran yang disebarkan melalui media sosial serta keterlibatan mereka dalam aksi serupa sebelumnya.

Sebagai langkah pencegahan, Polsek Tambora akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan berbagai pemangku kepentingan terkait. Upaya tersebut dilakukan untuk memberikan pembinaan sekaligus efek jera kepada para pelajar yang terlibat agar kejadian serupa tidak terulang.

" Tentunya kami pihak Polsek akan bekerja sama dengan stakeholder terkait untuk melaksanakan pembinaan, termasuk sanksi atau hukuman yang tepat yang dapat diberikan kepada kedua remaja ini," tutur Sudrajat.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hukum & Kriminalitas Terbaru