Loading
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin saat konferensi pers. (Antara)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya tengah bergerak cepat mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 86 kamera pengawas (CCTV) dari berbagai titik di Jakarta kini dianalisis untuk melacak jejak para pelaku.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa puluhan kamera tersebut tersebar di sejumlah lokasi yang diduga menjadi jalur keberangkatan hingga pelarian pelaku.
Baca juga:
Polisi Kantongi Identitas Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie YunusRinciannya:
7 titik CCTV dari sistem ETLE
Baca juga:
Polisi Kantongi Identitas Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus27 titik milik Diskominfotik
8 titik dari Dinas Perhubungan
44 titik CCTV milik warga
Dari total 86 kamera itu, polisi mengumpulkan 2.610 rekaman video dengan durasi keseluruhan mencapai 10.320 menit. Jumlah yang sangat besar ini membuat proses analisis digital membutuhkan waktu dan ketelitian ekstra.
Hasil analisis sementara menunjukkan, para terduga pelaku diduga sudah mengikuti pergerakan korban sebelum kejadian.
Pergerakan mereka terdeteksi dari wilayah Jakarta Selatan menuju titik kumpul awal di sekitar Jalan Merdeka Timur, dekat Stasiun Gambir. Empat orang terduga pelaku disebut menggunakan dua sepeda motor.
Mereka diduga menunggu korban di depan KFC Cikini, lalu mengikuti pergerakan korban ke Jalan Diponegoro hingga akhirnya menuju Jalan Salemba 1.
Momen Krusial Terekam Jelas
Peristiwa penyiraman air keras terjadi pada Kamis (12/3) sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba 1, persimpangan Jalan Talang, Jakarta Pusat.
Polisi memastikan momen kejadian terekam cukup jelas oleh kamera pengawas di lokasi. Kualitas gambar yang tinggi di sejumlah titik disebut sangat membantu proses identifikasi pelaku.
Menurut kepolisian, banyaknya CCTV dengan resolusi tinggi yang terpasang di jalur utama maupun alternatif di Jakarta menjadi faktor penting dalam mempercepat pengungkapan kasus.
Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Proses penyelidikan dan penyidikan terus berjalan dengan fokus pada pendalaman rekaman serta identifikasi para pelaku.
Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat korban merupakan aktivis yang selama ini vokal dalam isu hak asasi manusia. Polisi pun memastikan seluruh bukti digital akan dimaksimalkan demi mengungkap pelaku dan motif di balik aksi kekerasan tersebut.