Loading
Rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan tindak kejahatan hipnotis di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.135.06 Makasar, Jakarta Timur, Senin (2/3/2026). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi).
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Aksi penipuan dengan modus mengaku aparat kembali terjadi. Seorang pria yang mengklaim dirinya sebagai anggota Polda Metro Jaya diduga menghipnotis seorang pengemudi ojek pangkalan dan membawa kabur sepeda motornya di SPBU 34.135.06 Makasar, Jakarta Timur.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat malam, 27 Februari 2026, sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu, pelaku datang ke SPBU dengan berboncengan bersama korban menggunakan sepeda motor milik korban.
Petugas keamanan SPBU, Agus Sunarya (50), mengungkapkan bahwa pelaku mengaku sebagai pejabat dari satuan narkoba Polda Metro Jaya.
“Dia bilang dari Kasat Narkoba Polda Metro Jaya dan mau mengambil motor korban. Karena curiga, saya langsung koordinasi dan menelepon RT setempat,” ujar Agus saat ditemui, Senin (2/3/2026).
Namun, ketika Agus masih melakukan panggilan telepon untuk memastikan identitas pria tersebut, pelaku dan korban tiba-tiba meninggalkan lokasi SPBU.
“Teleponnya baru sebentar, pas saya lihat lagi mereka sudah tidak ada,” jelasnya.
Agus memastikan pelaku hanya satu orang dan datang bersama korban menggunakan motor korban sendiri. Ia pun tidak dapat memastikan apakah pelaku benar anggota polisi atau hanya mencatut identitas aparat.
“Yang jelas datang berdua, naik motor korban. Soal polisi atau bukan, saya tidak tahu,” katanya.Keesokan harinya, Sabtu (28/2/2026), korban kembali ke SPBU untuk menanyakan apakah petugas mengenali pria yang bersamanya malam sebelumnya. Saat itulah korban mengaku baru tersadar bahwa dirinya diduga menjadi korban hipnotis.
Menurut cerita korban, kejadian bermula saat pelaku menyewa jasanya sebagai ojek dari kawasan Terminal Asrama Haji. Dalam perjalanan, pelaku sempat meminta diantar ke Polsek Makasar.
“Katanya masuk ke kantor polisi sebentar. Bisa jadi hanya di depan saja, tujuannya biar korban yakin dia benar polisi,” ujar Agus menirukan penuturan korban.
Setelah itu, korban diminta menuju SPBU Makasar. Tak lama berselang, di kawasan Kramat Jati, pelaku membawa kabur sepeda motor korban.
“Korban bilang setelah motornya diambil, dia sempat bengong. Pas sadar, motornya sudah tidak ada,” ungkap Agus.
Kasus dugaan hipnotis ini kemudian viral di media sosial Instagram @info_pinang_ranti. Rekaman CCTV memperlihatkan terduga pelaku mengenakan pakaian serba hitam dan berkacamata.
Dalam unggahan tersebut disebutkan motor yang dibawa kabur adalah Honda Beat tahun 2019 dengan nomor polisi B 5449 TBS.
Setelah tersadar sepenuhnya, korban berjalan kaki dari Jalan Langgar, Kramat Jati, menuju Polsek Makasar untuk melaporkan kejadian tersebut.
Sehari setelah kejadian, aparat kepolisian dari Polsek Kramat Jati mendatangi SPBU Makasar untuk meminta keterangan dan memeriksa rekaman CCTV.
“Hari Sabtu itu polisi datang, minta kronologi lengkap dan lihat CCTV,” kata Agus dikutip Antara.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. Aparat juga tengah menelusuri identitas pelaku yang diduga mencatut nama dan jabatan kepolisian untuk melancarkan aksinya.