Loading
Barang bukti senjata tajam diduga untuk melakukan tawuran di Pancoran, Jakarta, Minggu (8/2/2026). ANTARA/HO-Polres Metro Jakarta Selatan.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Aksi tawuran antarkelompok kembali terjadi di wilayah Jakarta Selatan. Kali ini, enam pemuda ditangkap polisi setelah terlibat keributan di Jalan Amil Buncit Raya, Kalibata, Pancoran, Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Pelaksana Harian Kepala Unit Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Iptu Satrio, menjelaskan para pemuda tersebut diamankan karena diduga membawa senjata tajam dan berencana melakukan kekerasan secara bersama-sama.
“Mereka diduga berkumpul dengan tujuan mencari lawan tawuran. Saat diamankan, ditemukan sejumlah senjata tajam yang siap digunakan,” ujar Satrio di Jakarta.
Keenam pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial DNP (21), MR (20), MRA (17), GPG (18), DW (20), dan MD (20). Seluruhnya merupakan laki-laki dan sebagian masih berusia remaja.
Dari tangan para pelaku, polisi menyita berbagai barang bukti, antara lain enam bilah celurit, satu samurai, satu stik golf, tiga sepeda motor, empat telepon genggam, serta satu dompet berisi uang tunai Rp869 ribu.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para pelaku diduga sudah berkumpul sejak Sabtu malam sekitar pukul 24.00 WIB di kawasan Perguruan Cikini (Percik). Beberapa di antaranya disebut sempat mengonsumsi minuman keras sebelum berangkat mencari kelompok lawan dikutip Antara.
Salah satu pelaku kemudian mengajak rekannya untuk berkeliling mencari “kanal” atau target tawuran. Polisi menyebut dua kelompok yang terlibat masih berada dalam lingkar pertemanan yang sama, yakni kelompok GMC Pancoran dan SMA Fatahillah, Jakarta Selatan.
Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 20 dan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Tahun 1951, serta Pasal 17 juncto Pasal 262 KUHP.
Saat ini seluruh pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam rencana tawuran tersebut.