Kamis, 22 Januari 2026

Motif Mengejutkan di Balik Penculikan Kacab Bank Jakarta, Incar Rekening Pasif


 Motif Mengejutkan di Balik Penculikan Kacab Bank Jakarta, Incar Rekening Pasif Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Wira Satya Triputra (ketiga dari kanan) dalam jumpa pers kasus penculikan yang berujung kematian Kepala Cabang Pembantu (KCP) salah satu bank di Jakarta Pusat berinisial MIP (37) di Polda Metro Jaya, Selasa (16/9/2025). ANTARA/Risky Syukur

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Polda Metro Jaya akhirnya mengungkap motif para tersangka dalam kasus penculikan yang menewaskan MIP (37), kepala cabang pembantu (KCP) sebuah bank di Jakarta Pusat. Ternyata, para pelaku berniat memanfaatkan rekening pasif (dormant account) untuk memindahkan dana ke rekening lain yang telah mereka siapkan.

“Motif dari mereka yaitu berencana melakukan pemindahan uang dari rekening dormant ke rekening yang sudah disiapkan,” jelas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra dalam konferensi pers, Selasa (16/9/2025).

Salah satu tersangka berinisial C alias Ken diketahui memiliki data rekening pasif di sejumlah bank. Ia kemudian menghubungi Dwi Hartono (DH), yang berperan sebagai motivator, untuk mencari cara agar dana tersebut bisa dipindahkan.

Bahkan, C telah menyiapkan tim IT khusus untuk mengurus proses pemindahan dana. Namun, untuk mengakses rekening pasif dalam jumlah besar, diperlukan otoritas pejabat bank setingkat kepala cabang pembantu.

“Karena itu, C mengajak DH untuk mencari kepala cabang atau cabang pembantu yang bisa diajak bekerja sama dalam pemindahan uang dari rekening pasif tersebut,” tambah Wira dilansir Antara.

Meski begitu, pihak kepolisian belum mengungkap berapa total dana yang hendak dipindahkan para tersangka.

Kasus ini menambah panjang daftar kejahatan perbankan yang berujung pada tindak kriminal serius. Sebelumnya, polisi telah menangkap 15 orang terkait penculikan dan pembunuhan MIP. Selain itu, seorang oknum TNI berinisial Kopda FH juga ditangkap oleh Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya).

Tragedi ini bermula ketika MIP diculik di area parkir sebuah supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Rabu (20/8/2025). Sehari kemudian, korban ditemukan tewas di semak-semak kawasan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, dengan wajah, kaki, dan tangan terlilit lakban hitam.

Kasus ini kini masih dalam penyidikan lebih lanjut oleh Polda Metro Jaya untuk mengungkap secara detail alur rencana kejahatan para pelaku.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hukum & Kriminalitas Terbaru