Pejabat Argentina Menahan Tiga Orang dalam Kasus Kematian Liam Payne


 Pejabat Argentina Menahan Tiga Orang dalam Kasus Kematian Liam Payne Argentina menahan tiga orang dalam kasus kematian Liam Payne. (detikcom)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Tiga orang telah didakwa atas tuduhan pembunuhan, dan dua orang lainnya didakwa atas tuduhan memasok narkoba, terkait kematian Liam Payne, mantan penyanyi One Direction berusia 31 tahun yang jatuh dari lantai tiga hotel Casa Sur di Buenos Aires pada 16 Oktober 2024.

Payne disebut diseret ke kamarnya saat tidak sadarkan diri, beberapa saat sebelum jatuh dari balkon.

Kementerian penuntutan umum Argentina dilansir The Guardian, mengonfirmasi pada hari Senin bahwa tiga orang telah didakwa atas tuduhan pembunuhan karena kelalaian.

Mereka adalah teman Payne, Roger Nores, manajer hotel tempat ia menginap, Gilda Martín, dan kepala bagian penerima tamu, Esteban Grassi.

Braian Paiz, seorang pelayan di sebuah restoran di Puerto Madero, daerah makmur di Buenos Aires, dan Ezequiel Pereyra, seorang karyawan Casa Sur juga ditahan karena didakwa memasok narkotika.

Nores yang disebut sebagai teman dan perwakilan Payne selama tinggal di Argentina, dituduh meninggalkan Payne, saat penyanyi itu tidak mampu mengurus dirinya sendiri karena pengaruh alkohol dan obat-obatan.

Dakwaan tersebut menyatakan bahwa Martín hadir di lobi hotel sebelum kematian Payne dan melihat langsung penyanyi itu tidak dapat berdiri karena mengonsumsi berbagai zat.

Mereka juga menyatakan bahwa Martín membiarkan Payne dibawa ke kamarnya beberapa saat sebelum kematiannya, dalam kondisi penuh risiko tanpa ada yang menjaga.

Sementara itu, Grassi diduga telah memerintahkan tiga orang yang menyeret Payne ke kamarnya beberapa sesaat sebelum kematiannya.

Hakim Laura Bruniard, kepala pengadilan pidana dan pemasyarakatan nasional mengatakan: "Membawa Payne ke kamar 310 menciptakan risiko yang tidak dapat diterima secara hukum bagi hidupnya."

Hakim mengatakan penyanyi itu terlihat tidak sadarkan diri dan diseret oleh tiga orang dan cara ia ditangani menunjukkan keadaan korban yang sangat rentan.

Ia mengatakan Martín dan Grassi terlihat di luar kamar hotel Payne beberapa menit sebelum ia ditemukan tewas di teras restoran.

Bruniard yakin Payne tidak pingsan namun dalam keadaan mabuk, dan dia mencoba pergi melalui balkon hingga terjatuh.

Para ahli forensik menyimpulkan Payne jatuh ke teras restoran hotel tanpa tanda-tanda perlawanan, yang menyebabkan banyak luka di tubuhnya, terutama kepalanya, setelah langsung membentur beton penyangga payung.

Bruniard mengatakan bahwa berdasarkan rekaman, Nores meninggalkan Casa Sur pada pukul 4.11 sore, 50 menit sebelum kematian Payne. Nores telah dicegah meninggalkan negara itu sebelum diadili.

Bruniard menyimpulkan bahwa tiga orang yang dituntut atas tuduhan pembunuhan telah berkontribusi, meskipun tidak secara terencana, dalam menciptakan risiko yang mengakibatkan kematian Payne, baik karena tindakan maupun kelalaian.

Sementara itu, Pereyra dituduh mengirim kokain kepada Payne dengan imbalan tertentu, pada tanggal 15 dan 16 Oktober. Paiz juga dituduh mengirim kokain kepada penyanyi itu dua kali.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hiburan Terbaru