Loading
Foto aktor Paapa Essiedu yang diunggah di Instagram. (Akun Instagram @pessiedu)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Aktor Inggris Paapa Essiedu mengungkapkan bahwa dirinya mendapat ancaman pembunuhan rasis setelah diumumkan memerankan Profesor Severus Snape dalam serial "Harry Potter" produksi HBO.
Dikutip dari The Hollywood Reporter, Sabtu (21/3/2026), Essiedu mengaku menghadapi gelombang komentar negatif setelah pengumuman resmi perannya pada April 2025.
"Kenyataannya, jika saya membuka Instagram, saya akan melihat seseorang berkata, 'Saya akan datang ke rumahmu dan membunuhmu,'" kata Essiedu.
"Meskipun saya cukup yakin tidak akan dibunuh, seharusnya tidak ada yang harus menghadapi ini hanya karena melakukan pekerjaannya," tambahnya.
Essiedu mengaku peran ini memengaruhi dirinya secara emosional, meski berbeda dari risiko nyata pekerjaan berbahaya.
Baca juga:
Paapa Essiedu Terima Ancaman Rasis setelah Diumumkan Jadi Snape di Serial Harry Potter HBO"Banyak orang mempertaruhkan nyawa dalam pekerjaan mereka. Saya hanya memerankan penyihir di 'Harry Potter.' Dan saya akan berbohong jika mengatakan hal ini tidak memengaruhi saya secara emosional," ujar Essiedu.
Ia juga menekankan bahwa pengalaman pelecehan rasis justru memberinya motivasi untuk menghidupkan karakter Snape dengan cara yang otentik.
"Membuat saya lebih bersemangat untuk menjadikan karakter ini milik saya sendiri, karena saya teringat bagaimana perasaan saya saat masih kecil," jelasnya.
"Bayangan saya berada di Hogwarts dengan sapu terbang dan menyadari bahwa seorang anak seperti saya bisa melihat dirinya terwakili di dunia itu? Itu motivasi untuk tidak terintimidasi," tambahnya.
Serial ini sedang diproduksi sejak Juli lalu di Warner Bros. Studios Leavesden, Inggris Raya. Setiap novel karya J.K. Rowling akan diadaptasi menjadi satu musim, sehingga total serial akan mencakup delapan musim.
Beberapa pemain lain yang telah diumumkan meliputi:
Essiedu, yang sebelumnya tampil dalam serial seperti Black Mirror dan I May Destroy You, menegaskan bahwa meskipun komentar negatif tetap ada, ia akan melanjutkan pekerjaannya dengan bangga.
"Kalau pun saya berhasil mengabaikan media sosial, bukan berarti masalah itu tidak ada. Orang-orang tetap mengirim pesan untuk menanyakan apakah saya baik-baik saja," katanya.
Serial ini diharapkan menjadi adaptasi Harry Potter pertama dalam bentuk serial televisi, membawa perspektif baru pada dunia penyihir yang dikenal oleh jutaan penggemar di seluruh dunia.