Aktris Yerin Ha membagikan foto terbarunya dalam akun Instagram pribadi. (Instagram @yerinha_)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Aktris berdarah Korea-Australia, Yerin Ha, berbagi cerita menarik tentang reaksi sang nenek saat menonton dirinya tampil dalam serial populer Bridgerton musim keempat.
Dalam wawancara yang dikutip media Korea, Jumat (6/3/2026), Yerin mengungkap bahwa neneknya, Son Sook, sempat merasa canggung ketika melihat adegan intim cucunya bersama lawan mainnya, Luke Thompson.
Son Sook sendiri dikenal sebagai aktris senior di Korea Selatan yang pernah tampil dalam berbagai drama populer, termasuk The Glory.
Yerin mengaku sempat mengira neneknya akan melewati bagian-bagian yang dianggap sensitif tersebut. Namun ternyata sang nenek tetap menonton seluruh episodenya.
“Pagi ini dia mengatakan kepada saya bahwa dia melihat adegan intim itu dan merasa sedikit malu. Saya pikir dia akan melewatkannya, tapi ternyata dia menonton semuanya,” ujar Yerin.
Walau merasa canggung, Son Sook tetap memberikan dukungan penuh kepada cucunya. Ia bahkan mengungkapkan rasa bangga terhadap pencapaian Yerin di dunia akting.
“Dia bilang sangat bangga pada saya dan menyayangi saya. Mendengar itu membuat saya merasa sangat hangat,” kata Yerin.
Terinspirasi Nenek untuk Menjadi Aktris
Bagi Yerin, sosok Son Sook memiliki peran besar dalam perjalanan kariernya. Ia mengaku terinspirasi oleh sang nenek hingga akhirnya memilih menekuni dunia akting.
Dalam musim terbaru serial produksi Netflix tersebut, Yerin memerankan karakter Sophie Baek. Karakter ini digambarkan sebagai seorang pelayan rumah tangga yang jatuh cinta pada Benedict Bridgerton.
Benedict sendiri diperankan oleh Luke Thompson, salah satu anggota keluarga Bridgerton yang dikenal memiliki jiwa bebas dan artistik.
Kisah pada musim keempat akan menyoroti hubungan mereka yang terhalang perbedaan kelas sosial, tema yang menjadi salah satu konflik utama dalam cerita.
Yerin bahkan mengaku jika harus memilih pasangan berdansa, ia akan tetap memilih Benedict Bridgerton.
“Saya mungkin akan selalu memilih Benedict untuk berdansa karena kami punya sisi artistik yang mirip dan suka bercanda,” ujarnya.
Meski begitu, ia juga mengaku tertarik berdansa dengan Anthony Bridgerton yang diperankan oleh Jonathan Bailey karena mengagumi sikapnya yang bertanggung jawab terhadap keluarga.
Soroti Tekanan pada Tubuh Perempuan
Selain berbagi cerita tentang keluarganya, Yerin juga menyinggung tekanan yang sering dialami perempuan, terutama terkait penilaian terhadap tubuh.
Menurutnya, tubuh perempuan sering menjadi bahan komentar di berbagai ruang publik maupun proyek hiburan.
“Semua orang merasa berhak membicarakan tubuh perempuan di berbagai ruang dan proyek. Tubuh perempuan selalu dinilai dan dikritik,” kata Yerin.
Ia mengaku kekhawatiran tersebut semakin terasa ketika harus menjalani adegan dewasa dalam pekerjaannya sebagai aktris.
Yerin mengatakan sebagian tekanan itu datang dari pengawasan media, sementara sebagian lainnya berasal dari pengalaman masa kecilnya di Korea Selatan yang memiliki standar kecantikan sangat tinggi.
“Awalnya saya sangat takut melakukan adegan telanjang, terutama karena itu. Selain itu, pelatihan saya di Korea juga memengaruhi cara saya memandang tubuh saya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa tumbuh besar di Korea membentuk cara pandangnya terhadap standar kecantikan yang berbeda dengan budaya Barat.
“Standar kecantikan di sana sangat berbeda dengan di Barat. Itu membentuk cara saya melihat diri sendiri dan tubuh saya,” tuturnya.