Setelah 10 Tahun, Bruno Mars Comeback dengan Album Baru “The Romantic”


 Setelah 10 Tahun, Bruno Mars Comeback dengan Album Baru “The Romantic” Penyanyi Bruno Mars. (Instagram brunomars)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Musisi pop dan R&B dunia, Bruno Mars, resmi merilis album solo terbarunya bertajuk The Romantic. Album ini menjadi karya penuh pertamanya setelah satu dekade sejak kesuksesan 24K Magic yang dirilis pada 2016.

Album “The Romantic” memuat sembilan lagu dengan sentuhan nostalgia khas era Philly soul dan quiet storm. Bruno menghadirkan warna musik klasik yang dikemas modern, memperkuat identitasnya sebagai musisi yang piawai meramu unsur retro dengan produksi kontemporer.

“Risk It All” Dibuka dengan Nuansa Mariachi

Lagu pembuka berjudul Risk It All dirilis bersamaan dengan video musik yang disutradarai Bruno Mars bersama Daniel Ramos. Lagu ini dibuka dengan tiupan terompet bergaya mariachi dan petikan gitar akustik yang lembut.

Dalam liriknya, Bruno menyuarakan pengorbanan demi cinta.

“I would run through a fire, just to be by your side,” nyanyinya, menggambarkan ketulusan dan keberanian dalam mencintai.

Perpaduan Latin dan Soul di “Something Serious”

Lagu kedua, Something Serious, menghadirkan sentuhan Latin klasik yang terinspirasi dari “Low Rider” milik War dan “Oye Como Va” milik Santana. Aransemen cowbell dan tiupan saksofon pendek membuat lagu ini terasa enerjik sekaligus retro.

Sementara itu, singel I Just Might yang lebih dulu dirilis pada Januari lalu langsung mencetak prestasi dengan debut di posisi pertama Billboard Hot 100.

Lagu lain seperti On My Soul menghadirkan pola musik yang mengingatkan pada gaya Curtis Mayfield, lengkap dengan drum cepat, bongo, serta harmoni doo-wop yang menjadikan vokal Bruno terasa seperti instrumen tersendiri.

Dari Philly Soul hingga Disco

Di lagu Cha Cha Cha, Bruno menyisipkan nuansa Philly soul ala The O’Jays, lengkap dengan jeda dramatis sebelum masuk ke bagian reff yang penuh energi disko.

Sementara Why You Wanna Fight menawarkan warna musik yang mengingatkan pada “Leave the Door Open”, namun dengan sentuhan gitar yang lebih ekspresif.

Lagu God Was Showing Off menghadirkan irama sweet soul yang ringan dan romantis. Bruno menyanyikan lirik pujian kepada pasangan dengan aransemen yang hangat dan intim.

Di sisi emosional, Nothing Left menjadi lagu perpisahan dalam album ini, memadukan balada sederhana dan power ballad yang megah.

Sebagai penutup, Dance With Me menonjolkan harmoni vokal dan iringan strings yang elegan, memberi kesan manis sekaligus megah di akhir album.

Seorang perwakilan label menyebut album ini sebagai refleksi kedewasaan musikal Bruno.

“Album ini memperlihatkan sisi romantis Bruno yang lebih matang, dengan eksplorasi soul klasik yang terasa autentik namun tetap relevan,” ujarnya.

Bruno Mars dijadwalkan mempromosikan album ini melalui tur stadion dalam waktu dekat, mempertemukan kembali energi panggungnya dengan para penggemar di seluruh dunia.

 

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hiburan Terbaru