V BTS. (Instagram thv)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Anggota grup global BTS, V atau Kim Taehyung, mengungkapkan rasa kecewanya setelah percakapan pribadinya dengan Min Hee Jin di platform KakaoTalk muncul sebagai bukti dalam persidangan.
Lewat unggahan Instagram Story, V menegaskan bahwa ia tidak pernah memberikan izin atas penggunaan percakapan tersebut di pengadilan.
“Aku sama sekali tidak memihak siapa pun. Namun, aku merasa sangat terkejut bahwa percakapan ini diajukan sebagai bukti tanpa persetujuanku,” tulis V.
Muncul dalam Sengketa HYBE dan Min Hee Jin
Pesan pribadi tersebut terungkap dalam proses hukum antara HYBE dan Min Hee Jin, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO ADOR.
Pada 12 Februari 2026, Seoul Central District Court memutuskan mendukung Min Hee Jin dalam perkara terkait pelaksanaan opsi jual saham senilai sekitar 25,5 miliar won atau setara Rp297 miliar.
Dalam dokumen putusan tingkat pertama terkait gugatan perjanjian pemegang saham, pengadilan menyatakan bahwa dugaan Min Hee Jin terhadap grup ILLIT yang disebut meniru konsep NewJeans dianggap sebagai bentuk opini yang sah.
Selama persidangan berlangsung, percakapan KakaoTalk antara V dan Min Hee Jin ikut dimasukkan sebagai bagian dari alat bukti.
Isi Pesan yang Dipersoalkan
Dalam laporan yang beredar, V sempat menanggapi isu plagiarisme yang ramai diperbincangkan.
“Tentang bagaimana tuduhan plagiarisme selalu muncul dan tidak pernah hilang. Ya… aku tahu, kan. Aku juga melihatnya dan berpikir, ah, ini mirip…” tulis V dalam pesan tersebut.
Menanggapi pemberitaan itu, V membagikan tangkapan layar artikel terkait di Instagram Story miliknya sebagai bentuk klarifikasi.
Ia menegaskan bahwa percakapan tersebut merupakan obrolan pribadi sehari-hari yang muncul karena rasa empati kepada seseorang yang ia kenal, bukan pernyataan resmi atau keberpihakan dalam konflik hukum.
V juga menekankan bahwa dirinya tidak berpihak kepada siapa pun dalam sengketa yang terjadi. Ia hanya merasa kaget karena percakapan personalnya digunakan dalam proses hukum tanpa persetujuan langsung darinya.
Kasus ini pun memicu perbincangan luas di kalangan penggemar K-Pop, terutama ARMY, yang menyoroti isu privasi artis di tengah konflik industri hiburan Korea Selatan.