Loading
Cuplikan adegan dalam film "Monster Pabrik Rambut" ("Sleep No More") di saluran YouTube Palari Films pada Jumat (16/1/2026). Palari Films/pri.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Film horor fantasi Indonesia berjudul “Monster Pabrik Rambut” mencuri perhatian dalam ajang Festival Film Internasional Berlin atau Berlinale 2026. Film ini ditayangkan perdana dalam program Berlinale Special Midnight yang berlangsung di Jerman pada 12–22 Februari 2026.
Aktor utama Iqbaal Ramadhan berharap film tersebut bisa menghadirkan warna baru dalam genre horor Indonesia yang selama ini identik dengan kisah mistis dan hantu.
“Saya berharap mereka takut, saya harap mereka terhibur. Dan harapannya ini bisa menghadirkan opsi baru dalam genre horor, yang sangat besar di Indonesia,” ujar Iqbaal dalam wawancara yang diunggah di akun Instagram resmi Berlinale 2026, seperti yang dikutip dari Antara.
Ia juga berharap film ini tak sekadar menghibur, tetapi meninggalkan kesan mendalam. Menurutnya, “Monster Pabrik Rambut” dirancang sebagai horor fantasi yang tetap menjadi bahan perbincangan bahkan setelah kredit akhir bergulir.
Horor dengan Kritik Sosial Tajam
Baca juga:
Tayang Perdana di Berlinale 2026, “Monster Pabrik Rambut” Tawarkan Horor Satir yang Tak BiasaSutradara Edwin menjelaskan bahwa film ini membawa pesan reflektif tentang kehidupan manusia.
“Kita hidup dalam kehidupan yang tidak terlalu panjang, jadi mari mengerjakan apa yang kita cintai dan masih menjadi manusia,” katanya.
Media hiburan The Hollywood Reporter dalam ulasannya pada 15 Februari 2026 menyebut Edwin memadukan komedi gelap dengan kritik tajam terhadap pemujaan kapitalisme dalam film yang juga dikenal dengan judul internasional “Sleep No More”.
Edwin mengaku terinspirasi oleh sineas seperti Jordan Peele, yang mampu menyisipkan pesan sosial kuat lewat medium horor.
“Saya belum pernah bekerja dengan genre ini sebelumnya. Jadi kami berpikir, mari bersenang-senang dengannya—tetapi bukan dengan membuat film horor tentang hantu seperti kebanyakan film horor Indonesia. Kami ingin menciptakan suasana horor, tetapi bukan dengan cara yang biasa,” ujar Edwin.
Latar Surealis dan Isu Eksploitasi
Film ini mengisahkan suasana surealis di sebuah pabrik wig tua yang bobrok. Para pekerja dipaksa lembur oleh pengawas perempuan yang eksploitatif. Lewat latar tersebut, Edwin menyoroti isu eksploitasi tenaga kerja dan kondisi kerja yang tidak manusiawi.
“Eksploitasi tenaga kerja dan kondisi kerja yang tidak manusiawi adalah kenyataan hidup di negara saya. Keadaan ini tidak membaik dan dinormalisasi hingga menjadi absurd dan mengerikan,” ungkapnya.
Dalam wawancara dengan Variety, Edwin menambahkan bahwa horor-komedi menjadi medium yang tepat untuk membahas realitas sosial Indonesia.
“Terlalu banyak hal gila dalam kehidupan sehari-hari kami yang sudah serius. Jadi mungkin horor-komedi adalah genre yang sempurna untuk membahas masalah tersebut,” katanya.
Kolaborasi Internasional
“Monster Pabrik Rambut” merupakan produksi bersama Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis. Film ini dibintangi oleh Rachel Amanda, Lutesha, dan Iqbaal Ramadhan.
Skenario film ditulis oleh Edwin bersama Daishi Matsunaga serta novelis ternama Eka Kurniawan.
Edwin melakukan riset mendalam mengenai sistem kerja pabrik untuk membangun atmosfer “ekosistem beracun” dalam filmnya.
“Saya sangat tertarik dengan bagaimana sistem pabrik sekarang, kita tidak tahu untuk apa kita bekerja. Semua orang bekerja keras, bahkan banyak kecelakaan terjadi karena target-target ini, tetapi untuk apa? Untuk sesuatu yang tidak kita ketahui,” ujarnya.
Dengan pendekatan horor yang eksperimental dan sarat kritik sosial, “Monster Pabrik Rambut” digadang-gadang menjadi angin segar bagi perfilman Indonesia di kancah internasional.