Loading
Ilustrasi Tahun kuda api
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Dalam ilmu metafisika Tiongkok, Tahun Kuda Api bukan sekadar simbol, melainkan sebuah high intensity cycle yang diyakini membawa perubahan sangat cepat. Siklus ini hanya muncul setiap 60 tahun, sehingga dianggap langka dan memiliki energi yang sangat kuat.
Kuda, dalam metafisika Tiongkok, membawa unsur api yang dominan. Karena itu, ketika tahun 2026 disebut sebagai Tahun Kuda Api, pengaruh elemen api dipercaya akan sangat kuat. Kehidupan pun terasa berjalan lebih cepat dari biasanya, termasuk perubahan dalam peluang kerja maupun usaha yang bisa terjadi secara tiba-tiba.
Perlu dipahami bahwa pergantian tahun dalam kalender Tiongkok berbeda dengan kalender Masehi. Banyak orang menganggap tahun baru dimulai saat perayaan Imlek, dan hal ini benar untuk tradisi yang menggunakan perhitungan lunar. Namun, dalam ilmu metafisika seperti BaZi, perhitungan didasarkan pada peredaran matahari. Oleh karena itu, Tahun Kuda Api secara metafisika dimulai pada 4 Februari 2026.
Dampak Global dan Pengaruhnya terhadap Indonesia
Apa yang terjadi di dunia tentu akan berdampak pula pada Indonesia. Di awal Tahun Kuda Api, diperkirakan terjadi penurunan harga logam mulia. Pada triwulan pertama, dunia berpotensi dikejutkan oleh isu konflik Taiwan yang dapat menyeret banyak negara. Selain itu, perubahan kepemimpinan di Rusia diprediksi akan memengaruhi stabilitas kawasan Eropa Timur.
Baca juga:
Pemkot Jaksel Imbau Warga yang Ijazahnya Masih Tertahan di Sekolah Bisa Lapor ke Baznas BazisTidak hanya konflik geopolitik, pada bulan April dunia juga berpotensi menghadapi wabah penyakit baru. Jika tidak diantisipasi dengan baik, kondisi ini bisa memicu pemberlakuan lockdown di beberapa wilayah, disertai imbauan vaksinasi.
Gambaran ini merupakan potret tiga bulan pertama yang diyakini akan memberikan pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap Indonesia.
Baca juga:
Dari Inflasi hingga Gejolak Sosial, Ini Tantangan Indonesia di Tengah Ketidakpastian GlobalRay Dalio pernah menyampaikan bahwa krisis ekonomi biasanya datang ketika harga kebutuhan pokok naik, daya beli masyarakat menurun, dan bencana alam meningkat. Dalam ilmu BaZi, kondisi ini dikenal sebagai energi Seven Killing (7K), yaitu energi yang dapat menimbulkan kekacauan dalam tatanan ekonomi, sosial, politik, dan hukum.
Selain itu, hadirnya energi piercing robe dan hook spirit dipercaya menandakan perubahan pada tatanan tanah. Perubahan ini dapat berupa gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami, atau banjir bandang. Dampaknya bisa menyebabkan hilangnya harta benda, gagal panen, serta terputusnya jaringan transportasi, yang pada akhirnya mendorong lonjakan harga kebutuhan pokok dan menurunkan daya beli masyarakat.
Memasuki Tahun Kuda Api, tekanan biaya hidup diperkirakan meningkat, sementara pendapatan riil masyarakat—khususnya kelompok menengah ke bawah—tidak sepenuhnya mampu mengimbangi. Kondisi ini diperberat oleh tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dan minimnya penciptaan lapangan kerja formal.
Antisipasi dan Kesiapsiagaan
Bencana alam tidak hanya berpotensi menyebabkan gagal panen, tetapi juga dapat memutus jaringan komunikasi, termasuk telepon, listrik, dan sistem perbankan. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk melakukan persiapan, antara lain:
- Mencetak bukti kepemilikan aset di bank
- Menyediakan lampu darurat atau alat penerangan
- Menyimpan uang tunai
- Menyiapkan makanan dan minuman
- Menyediakan obat-obatan yang diperlukan
- Mencatat nomor-nomor penting di tempat yang mudah dijangkau
Selain itu, pemerintah diperkirakan akan melakukan restrukturisasi atau perombakan, baik melalui reshuffle kabinet maupun perubahan di lembaga pendukung pemerintahan, seperti kementerian telekomunikasi, kebudayaan, atau pariwisata, demi menjaga stabilitas dan efektivitas sistem pemerintahan.
Sebagian masyarakat mungkin memandang bulan Februari sebagai periode yang penuh tantangan. Namun, pada hakikatnya, masa ini dapat menjadi pengingat untuk berserah diri kepada penyelenggaraan Ilahi, dengan keyakinan bahwa Sang Pemberi Hidup tidak akan meninggalkan umat-Nya. Karena itu, tidak perlu larut dalam kekhawatiran atau stres berlebihan yang justru dapat merusak kualitas hidup.
Sebagai catatan, para mantan Kepala Negara Republik Indonesia juga diimbau untuk lebih memperhatikan kesehatan fisik dan mental. Jika merasa lelah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis dan selalu berhati-hati, terutama saat berkendara.