Selasa, 27 Januari 2026

Scarlett Johansson hingga Cate Blanchett Protes Penggunaan Karya oleh AI


 Scarlett Johansson hingga Cate Blanchett Protes Penggunaan Karya oleh AI Aktris Hollywood Scarlett Johansson. (Antara/Reuters)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Lebih dari 700 artis, penulis, hingga kreator ternama di Amerika Serikat menyuarakan sikap tegas terhadap praktik pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dinilai mengabaikan hak cipta.

Seperti dilaporkan Variety pada Kamis (22/1/2026), deretan figur publik seperti Scarlett Johansson, Cate Blanchett, dan Joseph Gordon-Levitt ikut menandatangani pernyataan bersama yang mengecam perusahaan teknologi karena menggunakan karya berhak cipta tanpa izin maupun kompensasi.

Dalam pernyataan itu, komunitas kreatif menegaskan bahwa pengambilan karya tanpa persetujuan bukanlah bentuk inovasi.

“Mengambil karya kami tanpa izin bukan kemajuan. Itu bukan inovasi. Itu pencurian, sesederhana itu,” bunyi pernyataan bersama para kreator.

Mereka menilai industri kreatif Amerika Serikat—yang mencakup film, televisi, musik, penerbitan, hingga media digital—merupakan tulang punggung jutaan lapangan kerja serta berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengaruh budaya global.

Namun, menurut para kreator, ekosistem tersebut kini berada dalam ancaman serius akibat praktik pengembang AI yang memanfaatkan karya kreatif tanpa transparansi maupun perjanjian yang adil.

“Komunitas kreatif Amerika adalah salah satu yang paling dihargai di dunia. Sayangnya, sebagian perusahaan teknologi justru memanfaatkannya untuk membangun platform AI tanpa menghormati hukum hak cipta,” tulis mereka dalam pernyataan lanjutan yang dirilis Jumat (23/1/2026).

Melalui kampanye ini, para artis dan kreator mendesak perusahaan teknologi untuk menjalin kerja sama resmi berupa lisensi atau kemitraan konten. Mereka menilai kesepakatan yang bertanggung jawab akan memungkinkan AI berkembang tanpa merugikan pencipta karya.

Aktris Scarlett Johansson sebelumnya juga pernah mengambil langkah hukum. Pada November 2023, ia menggugat sebuah aplikasi AI yang menggunakan nama dan citranya dalam iklan daring tanpa persetujuan. Kemudian, pada Februari 2024, Johansson mengecam video viral berbasis AI yang menampilkan dirinya secara digital.

Ia juga secara terbuka mengkritik OpenAI pada Mei 2024 terkait penggunaan suara yang dianggap terinspirasi dari perannya dalam film Her (2013) untuk chatbot GPT-4o bernama Sky.

Sementara itu, Cate Blanchett mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam pemanfaatan teknologi baru.

“Kita harus sangat berhati-hati, karena inovasi tanpa imajinasi bisa menjadi sesuatu yang sangat berbahaya,” ujar Blanchett saat berbicara di ajang Toronto International Film Festival (TIFF) 2024.

Blanchett dan Joseph Gordon-Levitt sebelumnya juga tercatat bergabung dengan sekitar 400 sineas, aktor, penulis, dan musisi Hollywood yang mengirim surat terbuka kepada Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih. Mereka meminta pemerintah tetap mempertahankan perlindungan hak cipta dan tidak melonggarkannya demi kepentingan industri AI.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hiburan Terbaru