Kamis, 22 Januari 2026

Nama Seungri Muncul Lagi, Isu Burning Sun Versi Kamboja Mengemuka


 Nama Seungri Muncul Lagi, Isu Burning Sun Versi Kamboja Mengemuka Nama Seungri Muncul Lagi, Isu Burning Sun Versi Kamboja Mengemuka. (Allkpop)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Mantan anggota Big Bang, Seungri, kembali menjadi sorotan setelah seorang reporter mengklaim bahwa ia berupaya membangun usaha yang disebut sebagai “Burning Sun kedua” di Kamboja. Tuduhan ini muncul di tengah reputasinya yang telah lama runtuh di Korea Selatan akibat skandal sebelumnya.

Klaim tersebut disampaikan jurnalis Oh Hyuk Jin melalui sebuah video yang diunggah di saluran YouTube ZlitZlit pada 20 Januari. Video itu membahas file investigasi eksklusif yang mengaitkan sejumlah figur publik Korea dengan aktivitas ilegal lintas negara, termasuk Seungri.

Dalam laporannya, seperti dilansir Allkpop, Oh Hyuk Jin menyebut pihaknya menerima informasi bahwa Seungri diduga bergaul dengan pencuci uang, anggota jaringan penipuan suara, serta individu yang memiliki keterkaitan dengan bisnis kasino di Asia Tenggara. Ia juga mengklaim bahwa Seungri kerap berpesta dengan tokoh-tokoh senior dari kelompok kriminal di Kamboja.

Oh menilai pertemuan-pertemuan tersebut berpotensi menjadi ajang pembahasan proyek bisnis. Ia berspekulasi bahwa Seungri berusaha mengembangkan usaha yang mirip dengan skandal Burning Sun, namun kali ini berbasis di luar Korea Selatan.

Meski demikian, Oh mengakui bahwa rencana tersebut diduga terganggu setelah pimpinan perusahaan yang disebut menjadi andalan Seungri ditangkap dan dilaporkan tengah bersiap diekstradisi ke Tiongkok.

Menurut Oh, kondisi tersebut membuat dukungan finansial terhadap Seungri menjadi tanda tanya besar. Ia juga menyoroti bahwa meskipun Seungri masih memiliki basis penggemar di Jepang, citranya di Korea Selatan dinilai telah hancur sepenuhnya.

Reporter tersebut menambahkan bahwa di kawasan Asia Tenggara, Seungri masih dikenal luas sebagai mantan anggota Big Bang. Ia menduga citra sebagai idol K-pop tersebut dimanfaatkan untuk membuka akses ke jaringan bisnis ilegal. Berdasarkan informasi yang ia peroleh, Seungri disebut kerap bepergian antara Thailand dan negara-negara lain di kawasan tersebut.

Di sisi lain, pemerintah Korea Selatan pada November tahun lalu mengumumkan pembentukan gugus tugas khusus bersama kepolisian Kamboja. Kerja sama ini bertujuan memberantas jaringan penipuan lintas negara yang melibatkan warga Korea Selatan.

Hingga kini, otoritas terkait dilaporkan telah menyelamatkan tiga warga Korea Selatan dan menangkap 157 orang yang terlibat dalam aktivitas penipuan. Langkah ini menegaskan meningkatnya perhatian pemerintah Korea Selatan terhadap kejahatan terorganisasi yang beroperasi di Asia Tenggara.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hiburan Terbaru