Loading
Aktris Prilly Latuconsina (ANTARA/Instagram @prillylatuconsina96)
JAKARTA ARAHKITA.COM - Aktris sekaligus produser Prilly Latuconsina resmi mengundurkan diri dari rumah produksi Sinemaku Pictures, perusahaan film yang ikut ia dirikan sejak 2019. Kabar tersebut diumumkan langsung oleh Prilly melalui unggahan foto berisi pernyataan tertulis di akun Instagram pribadinya, @prillylatuconsina96, pada Senin (19/1/2026).
Dalam pernyataannya, Prilly menegaskan bahwa pengunduran diri ini bersifat menyeluruh, baik dari sisi kepemilikan maupun manajerial perusahaan.
“Hari ini, secara resmi aku menyatakan pengunduran diriku dari Sinemaku Pictures, baik sebagai pemegang saham maupun sebagai anggota direksi,” tulis Prilly, seperti yang dikutip dari Antara.
Keputusan tersebut diambil bukan tanpa pertimbangan. Prilly menyebut langkah ini sebagai bagian dari proses pencarian ruang kreatif yang lebih jujur dengan dirinya sendiri, di mana ia bisa bertanggung jawab penuh atas visi dan karya yang ingin ia bangun.
“Keputusan ini lahir dari kebutuhan untuk memiliki ruang di mana aku dapat memikul tanggung jawab sepenuhnya atas visi dan suara kreatif yang ingin aku bangun. Pengunduran diri ini bukanlah akhir,” lanjutnya.
Prilly juga menegaskan bahwa keputusannya meninggalkan Sinemaku Pictures tidak berarti ia berhenti berkarya di industri perfilman. Sebaliknya, ia berkomitmen untuk terus melanjutkan cerita-cerita yang selama ini ingin ia perjuangkan dengan cara dan ruang yang lebih sesuai dengan idealismenya.
“Ini justru tentang mencari bentuk dan ruang yang lebih jujur denganku, agar aku tetap bisa berkontribusi dengan cara terbaik untuk industri yang telah membesarkanku,” ungkap Prilly.
Sinemaku Pictures sendiri didirikan bersama Umay Shahab dan Yahni Dhamayanti, dan dikenal sebagai rumah produksi yang konsisten menghadirkan film-film dengan tema emosional serta melibatkan banyak talenta muda. Sejumlah film sukses telah dilahirkan, di antaranya Kukira Kau Rumah, Ketika Berhenti di Sini, Bolehkah Sekali Saja Kumenangis, dan Hanya Namamu dalam Doaku.
Tak hanya drama, Sinemaku Pictures juga mengeksplorasi genre lain seperti horor melalui beberapa proyek terbarunya, termasuk Perayaan Mati Rasa dan Patah Hati yang Kupilih yang tayang di bioskop seluruh Indonesia. Rumah produksi ini bahkan pernah mencatatkan rekor MURI sebagai film dengan jumlah penonton terbanyak pada masa pandemi.