Loading
Saskia Chadwick makin bersinar di genre horor. (Foto: Istimewa)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Nama Saskia Chadwick makin sering muncul dalam obrolan penonton film horor Indonesia. Sejak tampil mencuri perhatian di film Jalan Pulang, publik mulai melihat bahwa Saskia bukan “sekadar aktris pendatang baru” yang numpang lewat. Ia terlihat siap bertarung di genre yang terkenal menuntut mental kuat: horor-thriller.
Di film tersebut, Saskia bahkan beradu akting dengan tiga nama besar yang sudah lama dikenal sebagai ratu horor Indonesia: Luna Maya, Taskya Namya, dan Shareefa Daanish. Dan menariknya, Saskia tidak tenggelam. Ia justru tampil dengan warna emosinya sendiri—tenang, tertahan, tapi menusuk—gaya yang cocok untuk horor psikologis yang tidak mengandalkan jumpscare semata.
Seiring perfilman horor Indonesia yang makin ramai dan makin variatif, Saskia muncul sebagai salah satu aktris muda yang konsisten membangun jejak. Ia terlihat selektif memilih peran dan tidak terburu-buru tampil di mana-mana. Dari situ, label “the next ratu horor Indonesia” pun mulai disematkan kepadanya—pelan tapi terasa.
Dari “Pemain Kuat” Menjadi Pemeran Utama
Jika Jalan Pulang menjadi panggung pembuktian, maka proyek terbarunya terasa seperti loncatan kelas. Kini Saskia tampil sebagai pemeran utama lewat film TOLONG SAYA! (DOWAJUSEYO), sebuah film horor kolaborasi Indonesia–Korea yang siap tayang dan jadi sorotan baru.
Film ini menghadirkan jajaran pemain lintas negara, mulai dari Cinta Brian, Aruma Khadijah, Dito Darmawan, William Roberts, hingga aktor Korea Kim Geba dan Kim Seoyoung. Kolaborasi ini jelas bukan proyek biasa—karena selain membawa atmosfer “teror lintas budaya”, film ini juga menuntut kemampuan komunikasi lintas bahasa.
Tantangan Baru: Dialog Korea dan Konflik Emosional yang Kompleks
Dalam film ini, Saskia memerankan Tania, mahasiswi asal Indonesia yang terjebak dalam pusaran konflik emosional sekaligus teror yang berkembang di situasi lintas budaya. Karakter Tania bukan tipe yang bisa dimainkan dengan satu ekspresi ketakutan saja.
Peran ini menuntut keseimbangan: takut, rapuh, terluka, namun tetap harus bertahan. Bukan horor yang hanya berlari dan menjerit—melainkan horor yang bergerak dari trauma, tekanan batin, dan relasi personal yang tidak sederhana.
Yang membuatnya makin menarik, Saskia juga harus menghadapi tantangan dialog berbahasa Korea. Bagi aktor muda, ini bukan sekadar soal pelafalan. Ini soal menjaga emosi tetap hidup meski bahasa yang dipakai bukan bahasa ibu.
Beradu Akting dengan “Bung Korea” dan Proyek Internasional
Film produksi Heart Pictures ini juga mempertemukan Saskia dengan Kim Geba alias “Bung Korea” yang memerankan Dr. Park Min Jae. Interaksi keduanya bukan hanya tempelan, tetapi menjadi salah satu penggerak utama cerita.
Di titik ini, penonton bisa melihat fleksibilitas Saskia: mampu bermain dalam proyek internasional dengan sensitivitas budaya yang lebih kompleks, namun tetap mempertahankan ciri khasnya—emosi yang tenang tapi menghantui.
The Next Ratu Horor? Ada Proses Panjang di Baliknya
Julukan the next ratu horor Indonesia tentu tidak datang instan. Ia dibangun dari konsistensi, keberanian mengambil peran “gelap”, serta kematangan akting yang tumbuh dari proyek ke proyek. Dan yang paling terasa: Saskia tidak sekadar mengikuti tren horor yang sedang laris.
Ia sedang membangun identitas horornya sendiri—yang lebih psikologis, lebih emosional, dan tidak berisik, tapi tetap menggigit.
Buat penonton yang penasaran, perjalanan terbaru Saskia sebagai Tania bisa disaksikan dalam film TOLONG SAYA! (DOWAJUSEYO) yang dijadwalkan tayang mulai 29 Januari 2026 di bioskop.