Loading
Aktor Keanu Reeves saat membintangi film John Wick. ANTARA/Instagram @johnwick.de/am.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Aktris Ana de Armas kembali membuka cerita tentang persahabatannya yang hangat dengan Keanu Reeves. Dalam wawancara terbaru yang dikutip dari The Hollywood Reporter, ia mengungkap bagaimana hubungan baik itu terjalin sejak awal kariernya di Amerika Serikat.
Ana de Armas mengingat jelas momen pertemuan pertamanya dengan Reeves lebih dari satu dekade silam, ketika ia baru tiba di Los Angeles dan mendapatkan peran debutnya di film garapan Eli Roth, “Knock Knock”. Ia bercerita bahwa masa itu penuh tantangan karena kemampuan bahasa Inggrisnya masih sangat terbatas.
“Ketika saya pertama kali pindah ke LA, kami bermain Knock Knock bersama, dan saat itu saya hampir tidak bisa berbahasa Inggris,” tuturnya dalam wawancara tersebut. Ia juga menambahkan bahwa proses syuting terasa cukup melelahkan karena ia belum mampu berkomunikasi secara penuh.
Namun di balik keterbatasan itu, De Armas menegaskan bahwa Reeves membuat pengalaman tersebut tetap menyenangkan. “Kami menjalin ikatan yang sangat baik, dan kami memiliki persahabatan yang indah,” ujarnya saat mengenang masa-masa awal itu.
Menurut De Armas, Keanu Reeves adalah sosok yang baik, murah hati, dan menjadi salah satu orang pertama yang membuatnya merasa diterima di Hollywood.
Persahabatan itu kembali berlanjut ketika mereka dipertemukan dalam proyek baru, “Ballerina”, sebuah film turunan dari jagat John Wick. De Armas menggambarkan reuni itu sebagai pengalaman yang sangat berarti.
“Rasanya seperti kembali ke awal. Keanu dan Chad Stahelski telah membangun dunia yang begitu indah dengan film-film tersebut, dan kehadirannya di sana, yang mendukung saya sepuluh tahun kemudian, sangat berarti.”
Dalam pembicaraan tentang perannya di Ballerina, aktris asal Kuba ini mengakui bahwa transformasinya menjadi bintang laga sebenarnya tidak pernah ia rencanakan. “Saya tidak pernah membayangkan diri saya atletis atau membayangkan akan bermain film laga,” katanya.
Perjalanan itu dimulai dari “No Time to Die”, disusul “The Gray Man”, “Ghosted”, hingga kini “Ballerina” yang disebutnya sebagai proyek paling menantang. Meski berat, De Armas mengaku sangat menikmati proses pengembangan karakter tersebut.
Ia juga memaparkan bahwa persiapan fisik untuk film ini jauh lebih intens daripada proyek sebelumnya—melibatkan latihan berbulan-bulan yang menurutnya sangat memuaskan. “Sangat menantang, sangat menuntut, tapi juga sangat menarik,” ujar De Armas dilansir Antara.
Kisah persahabatan dan perjalanan karier Ana de Armas menunjukkan betapa pentingnya dukungan dari rekan sesama aktor, terutama saat memulai langkah baru di industri sebesar Hollywood. Dan bagi De Armas, kehadiran Keanu Reeves adalah salah satu hal yang selalu ia syukuri.