Loading
Aktris Angelina Jolie menghadiri Festival Film Internasional San Sebastian, yang berlangsung di Spanyol dari 19 sampai 27 September 2025. (Tangkapan layar video di akun Instagram @sansebastianfes)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Aktris papan atas Angelina Jolie memilih untuk berhati-hati ketika ditanya soal kondisi politik di Amerika Serikat. Hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers di Festival Film San Sebastian 2025, Spanyol, Minggu (21/9/2025).
“Pertanyaan ini sangat sulit,” ujar peraih Oscar tersebut saat hadir bersama sutradara Alice Winocour dan para pemeran film Couture.
Jolie menegaskan kecintaannya pada Amerika, namun ia mengaku kini sulit mengenali wajah negaranya. Menurutnya, upaya membatasi kebebasan berekspresi adalah sesuatu yang berbahaya. “Masa-masa sekarang sangat serius. Karena itu, saya harus berhati-hati agar tidak sembarangan bicara,” tambahnya.
Peran Personal di Film Couture
Dalam film Couture, Jolie memerankan Maxine, seorang sutradara Amerika yang tengah mempersiapkan karya pendek untuk Paris Fashion Week. Namun, di balik gemerlap dunia mode, Maxine didiagnosis kanker payudara.
Kisah ini terasa personal bagi Jolie. Seperti diketahui, ia menjalani operasi mastektomi ganda pada 2013 setelah mengetahui dirinya membawa gen BRCA1 yang meningkatkan risiko kanker. Keputusan itu diambil karena ia kehilangan ibu dan neneknya akibat kanker di usia muda.
“Itu pilihan saya. Saya tidak bilang semua orang harus mengambil langkah yang sama, tapi yang penting adalah memiliki pilihan,” jelas Jolie dilansir Antara.
Emosi Saat Mengenang Sang Ibu
Jolie juga tampak emosional ketika ditanya tentang kalung peninggalan ibunya yang ia kenakan dalam film. Sang ibu, Marcheline Bertrand, meninggal dunia pada 2007 akibat kanker ovarium di usia 56 tahun.
“Saya pikir, jika ibu masih ada, ia akan mendorong Maxine untuk menikmati setiap hari dan fokus pada kehidupan,” kata Jolie.
Melalui Couture, Jolie berharap cerita tentang keberanian menghadapi kanker dapat menjadi pengingat, bukan hanya bagi perempuan, tapi juga bagi siapa pun yang pernah merasakan perjuangan serupa.